riau24 Dua Koperasi Saling Klaim di Hutan Lindung Mahato | Berita Riau
Kamis, 14 Desember 2017

Dua Koperasi Saling Klaim di Hutan Lindung Mahato

0
Berita Riau -  Dua Koperasi Saling Klaim di Hutan Lindung Mahato
Rohul, Riau24.com- Lahan reboisasi yang diklaim milik Kelompok Tani (Koptan) Reboisasi Mandiri Desa Simpang Harapan, Kecamatan Tambusai Utara, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) rupanya milik Koperasi Karya Bakti binaan PT. Torganda.
 
Rebutan lahan reboisasi ini sudah lama terjadi. Bahkan, Selasa (3/5/16) sore kemarin, ratusan anggota Koptan Reboisasi Mandiri yang akan melakukan penanaman tanaman batang nyaris terlibat bentrok dengan puluhan karyawan PT. Torganda.
 
Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Kabupaten Rohul Sri Hardono mengakui Tim dari Kemenhut sudah turun melakukan verifikasi terhadap lahan reboisasi yang dimiliki oleh Koperasi Karya Bakti, binaan PT. Torganda.
 
"Namun belum ada hasilnya (verifikasi Kemenhut)," ujar Sri Hardono ditemui riau24.com di kantornya, Rabu (4/5/16).
 
Diakuinya, dirinya sudah berpesan ke pengurus dan anggota Koptan Reboisasi Mandiri Desa Simpang Harapan agar tidak memberikan perlawanan atau memaksakan kehendak tetap menanam tanaman reboisasi di lahan milik Koperasi Karya Bakti.
 
"Saya sudah minta agar mereka tidak melawan. Untuk memutuskan siapa yang salah harus menempuh jalur hukum," terangnya.
 
Ia menambahkan, kalau memang keputusan pengadilan lahan dikuasai koperasi benar merupakan hutan lindung Sei Mahato, Dishutbun Rohul akan melakukan reboisasi di lahan dilindungi negara, dengan tanaman lebih bermanfaat untuk masyarakat sekitar.
 
"Inikan sudah proses hukum. Apalagi lahan yang mau ditanami di area orang yang sudah ada pohon sawit, tentu akan berkelahi," katanya.
 
Sri Hardono mengungkapkan tim verifikasi turun ke hutan lindung Sei Mahato ada empat orang, satu dari Kemenhut, dan tiga orang lain dari Dinas Kehutanan Provinsi Riau. Tim sendiri turun karena adanya laporan dari salah satu LSM.
 
Sri Hardono menambahkan dulunya luas hutan lindung Sei Mahato sekira 28.000 hektar lebih. Tanah negara ini bisa dikelola oleh kelompok petani (Koptan) reboisasi, yakni 60 persen ditanami tanaman kayu-kayuan, dan 40 persen ditanami tanaman kehutanan, seperti petai, jengkol, durian, karet, matoa, dan tanaman sejenisnya.
 
Lambat laun, sejak tanaman kelapa sawit tren di Riau dan harga menjanjikan, Koptan beralih menanam pohon kelapa sawit di lahan negara. Namun demikian, lahan sekira 2.000 hektar milik Koptan binaan Dishutbun Rohul masih ditanami pohon karet.
 
 
R24/adi/ags
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru