riau24 PLN Kebut Pembangunan 109 Pembangkit Listrik dalam 5 Tahun | Berita Riau
Minggu, 17 Desember 2017

PLN Kebut Pembangunan 109 Pembangkit Listrik dalam 5 Tahun

0
Berita Riau -  PLN Kebut Pembangunan 109 Pembangkit Listrik dalam 5 Tahun
 
Jakarta, Riau24.com - Sejak diresmikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 4 Mei 2015 di Bantul, Jawa Tengah, program 35.000 Mega Watt (MW) menjadi fokus PT PLN (Persero) untuk mencapai salah satu sasaran nawacita, yaitu mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis khususnya kedaulatan energi.
 
Sesuai dengan komitmen tersebut, PLN saat ini berada dalam jalur percepatan untuk realisasi program 35.000 MW, ada pun rencana yang telah disusun oleh PLN dalam kurun waktu 5 tahun (2014-2019) yakni akan membangun 109 pembangkit, masing-masing terdiri dari 35 proyek oleh PLN dengan total kapasitas 10.681 MW dan 74 Proyek oleh swasta/Independent Power Producer (IPP) dengan total kapasitas 25.904 MW. 
 
Hingga kuartal I-2016, sebanyak 12.226,8 MW dari total 35.000 MW atau 34,4% yang akan dibangun dalam 5 tahun sedang tahap perencanaan. Sebanyak 8.377,7 MW atau 23,6% sedang dalam tahap pengadaan. Selain itu, PLN juga telah melakukan banyak penandatanganan kontrak jual beli.
 
"PLN telah melakukan kontrak jual beli/Power Purchase Agreement (PPA) sebesar 10.941 MW atau 30,8%," ujar Manajer Senior Public Relations PLN Agung Murdifi, dalam keterangan resminya, Minggu (8/5/2016).
 
Sementara itu, untuk progres konstruksi sudah mencapai 3.862 MW atau 10,9% meliputi pembangunan pembangkit, transmisi dan Gardu Induk. Di mana 397 MW pembangkit telah berhasil beroperasi dan masuk sistem kelistrikan. Seperti Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Gorontalo yang telah mampu beroperasi maksimal dan mengatasi defisit listrik di Gorontalo.
 
"Pembangunan PLTG Gorontalo ini relatif cepat, sejak dibangun pada September 2015, pembangkit berkapasitas 100 MW ini telah mampu beroperasi dan menambah keandalan listrik sistem Sulawesi Utara dan Gorontalo," tambah Agung.
 
Agung menambahkan, sebagian besar pembangkit listrik yang merupakan bagian dari proyek 35.000 MW ditargetkan beroperasi di tahun 2019.
 
"Perlu diketahui bahwa membangun pembangkit itu membutuhkan waktu yang lama, misalnya Pembangkit Listrik Gas dan Uap (PLTGU). Bisa dibayangkan untuk membangun konstruksinya saja, satu pembangkit butuh waktu sekitar 36 hingga 48 bulan, kalau Pembangkit LIstrik Tenaga Air (PLTA) bisa lebih lama lagi. Meski membutuhkan waktu lama, namun kami akan bekerja keras untuk memenuhi target  agar setiap tahun ada pembangkit yang sudah beroperasi," imbuh Agung.
 
R24/rul/det
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru