riau24 Pemprov Riau dan Mahasiswa UR Tanda Tangani Nota Kesepakatan | Berita Riau
Sabtu, 16 Desember 2017

Pemprov Riau dan Mahasiswa UR Tanda Tangani Nota Kesepakatan

0
Berita Riau -  Pemprov Riau dan Mahasiswa UR Tanda Tangani Nota Kesepakatan
Pekanbaru, Riau24.com- Peristiwa pemukulan terhadap seorang mahasiswa Universitas Riau (UR) yang dilakukan oleh tiga orang pejabat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau yang sempat 'panas', akhirnya berakhir damai.
 
Di lantai IV gedung rektorat UR hari ini ketiga pejabat yang melakukan pemukulan tersebut menyampaikan permohonan maaf secara terbuka. Tak hanya itu, dalam pertemuan ini juga dilakukan penanda tanganan komitmen bersama untuk menjaga demokrasi dan hak menyampaikan suara di Riau.
 
Pertemuan tersebut dihadiri oleh Plt Setdaprov Riau M Yaifz, Rektor UR Aras Mulyadi, Kepala Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKP2D) Riau Asrizal, Kepala Kesbangpol Riau, Kasatpol PP Riau, Kepala Badan Arsip dan Pustaka Riau, Kepala Biro Hukum Riau, Wakil Rektor, Dekan dan Wakil Dekan UR dan mahasiswa UR.
 
Sebelum dimulai penanda tanganan, Presiden Mahasiswa Andres Pransiska menerangkan kembali kronologi kejadian pemukulan yang dialami anggota BEM UR, Fahmi. Setelah itu, Andres mengatakan meskipun sudah berdamai, BEM UR akan terus mengawal tuntutan awal mereka terhadap Pemprov Riau.
 
"Meski saat ini kita sudah menerima itikad baik dari pejabat Pemprov Riau terhadap peristiwa pemukulan tersebut, kami BEM UR akan tetap mengawal tuntutan kami yaitu bebaskan Riau dari oknum koruptor, tuntaskan masalah kabut asap dan sudahi kontrak kerja sama hulu migas," kata Andres, Senin (9/5/2016).
 
Usai itu, Kepala Biro Humas Pemprov Riau, Darusman yang merupakan salah satu pejabat yang melakukan pemukulan menyampaikan permohonan maafnya secara terbuka.
 
"Kejadian kemarin itu merupakan spontanitas yang tidak dapat kami hindari. Saya meminta maaf atas peristiwa tersebut dan kedepannya hal seperti ini tidak akan terjadi kembali," ungkap Darusman.
 
Adapun nota kesepahaman Pemprov Riau dan kelembagaan se-lingkungan UR adalah pertama, Pemprov Riau tidak akan mengulangi kekerasan atau pemukulan terhadap mahasiswa dalam proses penyampaian aspirasi atau mengemukakan pendapat sesuai aturan perundang-undangan. 
 
Kedua, menjaga dan menjamin hak-hak berdemokrasi baik oleh mahasiswa maupun masyarakat yang dalam hal ini hak-hak tersebut terkandung dalam proses berdemokrasi pada perundang-undangan. Terakhir, Pemprov Riau membuka ruang diskusi atau audiensi seluas-luasnya kepada mahsiswa ataupun masyarakat dalam upaya mengemukakan pendapat terkait permasalahan yang ada di Provinsi Riau.
 
Meski telah menanda tangani nota kesepakatan tersebut, ketiga oknum pemukulan yakni Kabiro Humas Riau Darusman, Protokoler Gubernur Riau Agus dan Piko Timpati tetap mendapat sanksi sesuai dengan peraturan ASN.
 
Kepada Darusman dan Piko Timpati, diberikan sanksi berupa penundaan kenaikan pangkat selama satu tahun. Sementara Agus mendapat sanksi berupa hukuman disiplin berat.
 
R24/uci
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru