riau24 Hendak Mengambil Foto, Dokter Cantik Tewas Diinjak Gajah | Berita Riau
Jumat, 15 Desember 2017

Peristiwa

Hendak Mengambil Foto, Dokter Cantik Tewas Diinjak Gajah

0
Berita Riau -  Hendak Mengambil Foto, Dokter Cantik Tewas Diinjak Gajah
Wonogiri, Riau24.com - Kejadian tragis terjadi di Taman Satwa Waduk Gajah Mungkur, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Dua gajah mengamuk saat dibawa jalan-jalan oleh dokter hewan dan tiga pawang yang biasa merawatnya.

Menurut keterangan dari salah satu pawang yang selamat dari amukan gajah, Arif, menceritakan kronologi peristiwa naas tersebut. Saat itu, gajah dikeluarkan dari kandang untuk jalan-jalan mengenal lingkungan, sekaligus dilakukan pemeriksaan kesehatan pada pukul 07.00 WIB.

Dalam perjalanan itu, dokter Esthi menghadang gajah jantan yang sedang berjalan dengan jarak sekitar dua meter dengan maksud memotret. Tetapi tanpa diduga, gajah tersebut menyerang dengan kepalanya sehingga korban terjatuh.

Dalam serangan pertama, korban bisa terselamatkan karena berada diantara kedua gading gajah dan sang gajah juga sempat mundur hingga lima meter. Saat korban hendak bangkit, sang gajah menyerang kembali hingga korban tewas.

Akibat amukan gajah itu, dokter Esthi Oktavia Wara Hapsari yang biasa merawat gajah tersebut langsung tewas di lokasi kejadian.

Sedangkan seorang pawang Febri Wicaksono mengalami luka akibat dibanting hewan yang memiliki bobot lima ton ini.

Sementara itu, menurut dokter Pratikto di RSUD Wonogiri, dr. Esthi mengalami patah tulang rusuk dan luka-luka berdarah di bagian punggung dan dada, diduga akibat tusukan gading gajah. Korban tewas dalam perjalanan ke rumah sakit akibat kehabisan darah.

Kedua gajah ini merupakan pasangan berumur sekitar 30 tahun. Jantannya bernama Panamtu dengan bobot 5,5 ton dan betinanya bernama Sari dengan berbobot 4,5 ton. Keduanya baru dua minggu dititipkan di Taman Satwa Waduk Gajah Mungkur.

Kini, Badan Konservasi dan Sumberdaya Alam (BKSA) Provinsi Jawa Tengah dari Taman Gucci, Kabupaten Tegal juga turut diselidiki lantaran belum mengantongi surat ijin konservasi.
Hingga berita ini diturunkan, polisi masih melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).


R24/dev
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru