riau24 Tidak Mau Kembalikan Kasur Yang Dipinjam, Seorang Ibu Dianiaya | Berita Riau
Kamis, 14 Desember 2017

Peristiwa

Tidak Mau Kembalikan Kasur Yang Dipinjam, Seorang Ibu Dianiaya

0
Berita Riau -  Tidak Mau Kembalikan Kasur Yang Dipinjam, Seorang Ibu Dianiaya
Pekanbaru, Riau24.com - Unit Reskrim Polsek Senapelan, Pekanbaru pada Rabu (11/5/2016) siang mengamankan seorang ibu dan anaknya. Ibu FT dan anaknya FR diduga telah menganiaya Eli Warni (51) dengan sebuah batu.

Dari data yang dihimpun aksi pengeroyokan itu bermula ketika FT dan FR datang ke rumah korban yang terletak di Jalan Wakaf, Gang Wakaf, Kecamatan Senapelan, Pekanbaru sekitar pukul 11.00 WIB untuk mengambil kasur miliknya di rumah korban yang sempat disewa oleh keduanya.

Namun korban tidak terima dan tidak mau menyerahkan kasur yang ia pinjam tersebut dengan alasan ibu dan anak itu pindah tanpa memberitahu korban serta menunggak uang sewa selama dua bulan.

FT yang sudah kesal kemudian mengambil batu yang ada di TKP dan memukulkannya ke kepala korban. Korban pun jatuh tersungkur, namun ternyata ibu dan anak itu tidak puas sampai disitu saja. Anak pelaku FR pun langsung menginjak punggung korban.

Korban yang berhasil menyelamatkan diri dari penganiayaan yang dilakukan ibu dan anak ini, melaporkan kasus pengeroyokan itu ke Mapolsek Senapelan.


Kanit Reskrim Polsek Senapelan, Ipda Abdul Halim, Kamis (12/5/2016) saat dikonfirmasi membenarkan kalau pihaknya telah menangkap para pelaku.
 
"FT dan FR hari itu juga sudah berhasil kita amankan saat berada di TKP. Mereka dijerat dengan pasal 170 KHUP dengan ancaman diatas lima tahun penjara karena keduanya sudah mengakui telah menganiaya korban," jelas Kanit.


R24/dev/rmi
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru