riau24 Presiden Filipina Baru Akan ke Vatikan, Minta Maaf pada Paus | Berita Riau
Sabtu, 16 Desember 2017

Internasional

Presiden Filipina Baru Akan ke Vatikan, Minta Maaf pada Paus

0
Berita Riau -  Presiden Filipina Baru Akan ke Vatikan, Minta Maaf pada Paus

Riau24.com – Presiden terpilih Filipina, Rodrigo Duterte, berencana mengunjungi Vatikan. Ia ingin bertemu secara langsung dengan Paus Fransiskus dan menyampaikan permohonan maaf secara pribadi, karena telah menyebut Paus sebagai "anak pelacur".

"Sebelumnya Duterte berulang kali mengatakan ia ingin mengunjungi Vatikan, baik itu menang atau kalah dalam pemilu. Tidak hanya untuk memberi penghormatan kepada Paus, tetapi juga ia benar-benar perlu  menjelaskan kepada Paus dan meminta pengampunan," ujar Peter Lavina, juru bicara Duterte, dilansir dari ABC, Kamis, 12 Mei 2016.

Dalam pidatonya saat pengumuman presiden, Duterte mengecam Paus Fransiskus karena menyebabkan kemacetan lalu lintas di Manila tahun lalu, ketika ia mengunjungi negara yang masyarakatnya sebagian besar beragama Katolik itu.

"Kami butuh lima jam untuk pergi dari hotel ke bandara. Saya bertanya siapa yang datang. Mereka mengatakan itu Paus. Saya ingin memanggilnya dan berkata 'Paus anak pelacur, jangan datang ke sini lagi'," kata Duterte.

Pemimpin Katolik di Filipina mengutuk komentar Duterte, tetapi seperti banyak komentar kontroversial lainnya, tidak ada yang menanggapinya.

Duterte telah meminta maaf kepada Paus melalui sebuah surat dan telah ditanggapi oleh Vatikan dengan menawarkan "jaminan doa".

Lavina mengatakan, belum ada pengaturan jadwal mengenai perjalanan Duterte ke Vatikan, meskipun itu adalah prioritas utama. Ia juga mengatakan, Duterte memang berencana menggunakan bahasa yang santai dan bergaya "ceplas ceplos", sebagai caranya dalam kampanye untuk menarik perhatian para pemilih.

"Anda harus memahami gaya pemilu Filipina. Konteksnya adalah sebagian besar politisi perlu berkomunikasi dengan begitu banyak penonton, dengan berbagai cara. Beberapa membuat lelucon, beberapa menggunakan ekspresi lucu. Jadi itu semua dalam konteks ini merupakan lelucon dan gurauan selama kampanye. Kami tidak mengharapkan sikap yang sama dari pejabat kita setelahnya," kata Lavina.

Selain itu, Duterte juga membuat komentar kontroversial soal pemerkosaan saat ia menceritakan kampanye 1989, di mana ia mengatakan secara pribadi menembak mati beberapa pelaku narapidana. Ia juga menimbulkan kegeraman diplomatik ketika memperingatkan bahwa ia siap memutuskan hubungan dengan Amerika Serikat dan Australia, dua sekutu penting Filipina.

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru