riau24 Di Riau Akan Ada Labotarorium Internasional Untuk Restorasi Gambut | Berita Riau
Rabu, 13 Desember 2017

Di Riau Akan Ada Labotarorium Internasional Untuk Restorasi Gambut

0
Berita Riau -  Di Riau Akan Ada Labotarorium Internasional Untuk Restorasi Gambut
Pekanbaru, Riau24.com- Beberapa waktu lalu, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman berkunjung ke Kyoto, Jepang untuk menginformasikan pada Universitas dan lembaga riset yang ada di negara itu bahwa Riau tengah menentukan Kepulauan Meranti menjadi laboratorium internasional untuk restorasi gambut.
 
"Kita informasikan bahwa kita sedang menentukan Kepulauan Meranti yaitu Pulau Tebing Tinggi dan Sungai Tohor menjadi laboratorium internasional untuk restorasi gambut," ungkap Andi Rachman.
 
Terkait hal itu, Andi Rachman menuturkan telah ada kesepakatan bersama bahwa rencana mengenai laboratorium internasional di Riau tersebut akan ditindak lanjuti dengan penanda tanganan MoU di Jakarta.
 
"Sudah ada kesepakatan bersama dan akan dilakukan penanda tanganan MoU di Jakarta. Waktunya kalau tidak akhir bulan Mei ini, ya di awal bulan Juni nanti," tuturnya.
 
Nantinya Badan Restorasi Gambut (BRG) daerah bersama BRG Pusat akan berkoordinasi dengan tenaga ahli yang berasal dari Jepang maupun negara lain. "Nanti kita lihat perkembangan dari BRG Pusat ini apa ada lagi negara atau institusi asing lain yang akan ikut bekerjasama. Sampai sekarang saya belum dapat informasinya," imbuh Andi Rachman.
 
Dijelaskannya, BRG bertugas untuk merestorasi lahan gambut yang tidak lagi hanya sekedar riset, namun mengembalikan fungsi gambut agar kembali seperti semula, yaitu dengan mengembalikan tanaman yang cocok dengan tanah gambut.
 
"Kebetulan di Kepulauan Meranti khususnya, tanaman yang cocok adalah sagu. Masyarakat disana juga sudah familiar dengan tanaman sagu ini, hingga mereka bergotong-royong dalam masalah penanaman sagu tersebut," ujarnya.
 
Adapun tujuan merestorasi lahan gambut tersebut adalah dalam rangka meningkatkan sosial ekonomi masyarakat untuk jangka panjang, lanjut Andi Rachman. Makanya, 83 ribu hektar kawasan ideologis gambut yang akan dikerjakan di Riau terdapat di dua Kabupaten yaitu Kepulauan Meranti dan Bengkalis.
 
"Keuntungan kita, kedepan tentu produksi sagu akan bertambah dan kita harap ini juga jadi nilai tambah terhadap gambut di Provinsi Riau. Lalu dengan adanya laboratorium internasional gambut tersebut, universitas luar negeri juga akan punya keinginan untuk bekerja sama dan berpartisipasi dalam laboratorium tersebut. Artinya, tentu akan ada tukar pikiran ilmu pengetahuan dengan negara-negara yang sudah berhasil menangani restorasi gambut ini," pungkas Andi Rachman.
 
R24/uci
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru