riau24 Said : Cara Hadapi Wartawan Abal-Abal | Berita Riau
Kamis, 14 Desember 2017

Kuantan Singingi

Said : Cara Hadapi Wartawan Abal-Abal

0
Berita Riau -  Said : Cara Hadapi Wartawan Abal-Abal
Kuansing, Riau24.com - Setahun lalu, sejumlah Kepala Desa (Kades) di Kabupaten Kuantan Singingi mengeluh aksi pemerasan dilakukan oknum mengaku-ngaku wartawan. Karena itu, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kuansing mengutus Said Mustafa Husin, sebagai penasehat bertemu dengan para Kades se-Kuansing.

Di sela-sela acara Tata Kelola Keuangan Desa ditaja Badan Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Keluarga Berencana (BPMPKB) Kuansing di Balai Adat, Telukkuantan, Selasa (10/5/2016).

Menurut Mustafa, wartawan abal-abal atau wartawan gadungan, dalam Undang-undang (UU) Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers hanya dikenal kriteria wartawan.

"Wartawan adalah orang yang secara teratur melaksanakan kegiatan jurnalistik. Sedangkan kegiatan jurnalistik meliputi mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan mengolah dan menyampaikan informasi," kata dia.

Mustafa mengulaskan, penyampaian informasi berupa tulisan, suara, gambar, suara dan gambar, serta data dan grafik maupun dalam bentuk lainnya dengan menggunakan media cetak, media elektronik dan segala jenis saluran yang tersedia.

Dipaparkan Mustafa, wartawan itu masih melakukan kegiatan jurnalistik atau tidak keluar dari koridor kegiatan jurnalistik, tidak ada pihak yang bisa menghambat atau menghalanginya kegiatannya dengan cara melawan hukum.

"Setiap orang secara melawan hukum sengaja menghambat atau menghalangi wartawan yang tengah melakukan kegiatan jurnalistik dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 tahun atau denda paling banyak Rp500.000.000," jelas Mustafa.

Namun demikian, tambah Mustafa, kegiatan jurnalistik juga harus mematuhi norma-norma hukum dalam UU Pers dan etika profesi yang dijabarkan dalam kode etik jurnalistik.

"Pasal 1 kode etik jurnalistik disebutkan wartawan Indonesia menempuh cara-cara yang professional dalam menjalankan tugas jurnalistik. Begitu juga dengan pasal 6, disebutkan wartawan Indonesia tidak menyalahgunakan profesi dan tidak menerima suap," terang dia.

Mustafa memaparkan, oknum mengaku-ngaku wartawan itu datang dengan menggertak dan meminta sejumlah uang, sudah keluar dari koridor jurnalistik diatur UU Pers dan kode etik jurnalistik.


R24/dev/zar
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru