riau24 Masyarakat Buluh Nipis Keluhkan Lahan Dikuasai PT RGMS, Minta Pemkab Serius Menangani | Berita Riau
Sabtu, 16 Desember 2017

Masyarakat Buluh Nipis Keluhkan Lahan Dikuasai PT RGMS, Minta Pemkab Serius Menangani

0
Berita Riau -  Masyarakat Buluh Nipis Keluhkan Lahan Dikuasai PT RGMS, Minta Pemkab Serius Menangani
 
Pekanbaru, Riau24.com - Tindak semena-mena dilakukan PT Raja Garuda Mas Sejati (RGMS) pada masyarakat Buluh Nipis, tepatnya di Kecamatan Siak Hulu, Kampar. Semakin membuat resah. Sebab lahan masyarakat itu diserobot.
 
PT RGMS, disebut-sebut sebagai anak perusahaannya PT RAPP ini telah menanam akasia dilahannya masyarakat tersebut. Atas kondisi yang cukup lama dialami itu maka kembali dipertanyakan elemennya masyarakat dikarena perusahaan bertindak semena-mena.
 
Padahal telah diketahui Hak Guna Usaha (HGU) daripada PT RGMS tersebut, belum ada. Hal itu, yang membuat masyarakat kian berani memperjuangkan untuk dapatkan lahan dikuasai perusahaan. Maka diminta Pemkab Kampar sedapat mungkin menyelesaikan.  
 
"Sudah jelas itu PT RGMS, belum ada HGU atau memilikinya. Tetapi kenapa bisa menguasa menanam pohon akasia dilahan tersebut. Ini sudah tidak benar dilakukan pihak perusahaan. Makanya dimintakan Pemkab Kampar mungkin segera menyelesaikan," ujarnya.
 
Penegasan diungkap Kharimullah Tambunan ditunjuk perwakilannya masyarakat Desa Buluh Nipis. Dia mengatakan, LSM AIPI Riau telah diminta memperatara hal tersebut
untuk dituntaskan. Karena, disaat sekarang tidak kunjung terselesai. Masyarakat tetap bertahan.
 
Dikatakannya, mereka ada punya legalitas. Namun, anehnya itu PT RGMS tetap 'keras kepala' untuk mempertahankan areal HGU-nya yang telah jelas-jelas salah dalam peruntukan, dan tidak sesuai juga realita dilapangan. Makanya, agar Pemkab bisa menyelesaikan.
 
"Penyalahgunaanya Izin HGU Alih Fungsi Hutan di Desa Buluh Nipis Kabupaten Kampar tersebut telah dilakukan PT RGMS, sejak tahun 1999, menanam pohon akasia itu. Yang tidak memilik izin seperti hal diterakan dari SK Menteri No 791/kpts-II/91," ujar Kharimullah.
 
Dimana lahan itu katanya, berada
di Kabupaten Kampar luasan ada 
sekitar 11.975 hektar. Ini, menjadi bukti penyimpangan dilakukannya PT RGMS. Yaitu adanya sertifikat dengan Surat Keputusan Direktur No: 370.3/SKEP-MUTU/I/14 yang dikeluarkan PT Mutu Agung.
 
"Dimana itu, Pengelolaan Hutan Produksi Lestari (PHPL), dilokasi HGU yang sama. Sertifikat sudah dikeluarkan dengan Peruntukkan HGU yang berbeda, itu nyata dan sangat disayangkan sekali. Sebab PT RGMS sepertinya ingin kuasai wilayah negeri ini," tuturnya.
 
R24/rul
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru