riau24 Hari Kebangkitan Nasional, Generasi Muda Harus Punya Sikap yang Kritis Terhadap Permasalahan Bangsa | Berita Riau
Minggu, 17 Desember 2017

Opini

Hari Kebangkitan Nasional, Generasi Muda Harus Punya Sikap yang Kritis Terhadap Permasalahan Bangsa

0
Ganjar Stiawan Ketua komisi pemuda dan mahasiswaa PB HMI periode 2015-2017/ Ketum Rumpun Pemuda Riau Bersatu (RPRB)periode 2016-2019
Berita Riau -  Hari Kebangkitan Nasional,  Generasi Muda Harus Punya Sikap yang Kritis Terhadap Permasalahan Bangsa

Pekanbaru, Riau24.com - Kebangkitan Nasional adalah Masa di mana Bangkitnya Rasa dan Semangat Persatuan, Kesatuan, dan Nasionalisme serta kesadaran untuk memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia, yang sebelumnya tidak pernah muncul selama penjajahan Belanda dan Jepang. Masa ini ditandai dengan dua peristiwa penting yaitu berdirinya Boedi Oetomo (20 Mei 1908) dan ikrar Sumpah Pemuda (28 Oktober 1928). Hal demikian tentunya harus tumbuh pada generasi muda. Generasi muda merupakan kumpulan dari orang-orang yang masih mempunyai semangat jiwa yang tinggi, ide dan gagasan yang yang sagat baik untuk yang dapat menjadikan bangsa ini lebih baik dari sebelumnya. Generasi pemuda adalah generasi penerus bangsa yang artinya sebagai orang yang akan meneruskan suatu bangsa, dari situ kita seharusnya dapat menyadari bahwa kita adalah bagian dari usaha pembangunan bangsa. Pemuda dan Mahasiswa itu adalah generasi muda, keberadaannya diharapkan dapat menjadi karakteristik yang baik bagi indonesia dalam upaya untuk mewujudkan cita-cita bangsa.

Kemajuan zaman (teknologi informasi) yang telah terjadi dewasa ini, tidak bisa dimamfaatkan dengan baik oleh generasi muda, malah di hari kebangkitan Nasionalgenerasi muda banyak yang sibuk mengucapkan disosmed, seharusnya moment hari kebangkitan Nasional ini bisadijadikan introfeksi diri dan meningkatkan kualitas generasi muda serta bagaimana menata masa depan bangsa. Karena masa depan Bangsa ada ditangan generasi muda.Pasca reformasi, tanpa disadari generasi muda banyakterjebak pada paham hedonis dan oportunis serta lemahnya gerakan Mahasiswa yang mitosnya mahasiswa sebagaiagent of change menjauh dari realita yang ada. Para mahasiswa lebih senang dan bangga jadi juru tepuk tangandi acara-acara TV atau duduk manis di pusat perbelanjaan atau di tempat nongkong modern yang begitu gemerlap dan jauh dari kesulitan hidup rakyat kecil. Di sisi yang lain gerakan mahasiswa dalam organisasi kemahasiswaan cenderung tersandera dengan isu-isu elit yang menyetir media massa nasional. Mereka seringkali terjebak pada romantisme masa lalu, seperti seorang ABG yang ditinggal kekasihnya kemudian gagal move-on. Prestasi bagi mereka adalah ketika berhasil membuat event besar dengan mendatangkan artis papan atas. Kalau begitu apa bedanya mahasiswa dengan event organizer (EO)? Untuk itu, mengharap mahasiswa kembali eksis di tengah persaingan hidup yang sangat ketat dewasa ini sangat menuntut adanya kemampuan intelektualisme itu. Tanpa kemampuan intelektualisme itu, bisa jadi eksistensi gerakan mahasiswa akan terus terpuruk, bahkan hingga titik terendah. Banyak permasalahan di negara kita yang tidak kunjung selesai, seperti semakin tingginya tingkat korupsi, Hukum yang lemah, masyarakat yang jauh dari kesejahtraan bahkan tidak mendapatkan keadilan dinegeri sendiri serta banyak hal yang jauh dari ideologi negara.

Tentunya hal ini bisa merusak masa depan Bangsa.Maka dari itu, generasi muda tentunya memiliki peranpenting sebagai penerus dalam pembangunan yang telah dibangun oleh para generasi sebelumnya. Pepatah arab mengatakan: pemuda/remaja dimasa sekarang ini pemimpin dimasa depan. “Inna fi yadi syubban amrol ummah, wa fi aqdamihim hayataha” artinya: sesungguhnya di tangan dan langkah pemudalah urusan dan hidupnya suatu umat/masyarakat. 

Dengan ungkapan-ungkapan di atas, menunjukan bahwa generasi muda merupakan sumber potensi yang dapat menciptakan keadaan yang lebih baik melalui berbagai kekuatan yang dimilikinya baik dari segi fisik, maupun pemikirannya dalam membangun suatu peradaban masyarakat atau bangsaGenerasi muda dalam tiap masa selalu menjadi tulang punggung sebuah perubahan. Oleh karenanya kebangkitan nasional harus dimaknai sebagai sikap generasi muda yang kritis terhadap permasalahan bangsa. Mari generasi muda Indonesia kita bangkit, kita raih bersama cita-cita Bangsa Indonesia dan yakin usaha sampai.

 

Ganjar Stiawan

Ketua komisi pemuda dan mahasiswaa PB HMI periode 2015-2017/ Ketum Rumpun Pemuda Riau Bersatu (RPRB)periode 2016-2019

r24/mla/gan 

 

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru