riau24 Mabes Polri: Penyelesaian Kasus Siswi SD Bakar Kelas Perlu Bersifat Membina | Berita Riau
Jumat, 09 Desember 2016

Mabes Polri: Penyelesaian Kasus Siswi SD Bakar Kelas Perlu Bersifat Membina

0
Berita Riau -  Mabes Polri: Penyelesaian Kasus Siswi SD Bakar Kelas Perlu Bersifat Membina
Riau24.com - Siswi kelas 5 Madrasah Ibtidaiyah (setara SD-red) berinisial V dipidana karena membakar kelasnya. Mabes Polri pun meminta agar kasus ini diselesaikan dengan mengedepankan pembinaan terhadap pelaku yang masih anak-anak.

"Ini masalah peradilan anak, karena memang sudah perbuatan pidana. Hanya pelakunya anak sehingga ada perlakuan khusus," ungkap Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Boy Rafli Amar saat berbincang dengan detikcom, Selasa (24/5/2016).

Boy menyebut proses hukum tetap harus berjalan namun tanpa melupakan hak-hak anak, salah satunya dengan tidak melakukan penahanan. Tak hanya itu, Mabes Polri juga mengingatkan dalam perkara ini, perlu dikedepankan adanya restorative justice (salah usaha untuk mencari penyelesaian konflik secara damai di luar pengadilan dengan cara mengambil kesepakatan sebagai penyelesaian terbaik, dengan melibatkan pihak-pihak terkait, termasuk pelaku dan korban serta keluarga).

"Untuk dilakukannya penerapan restorative justice terhadap kasus itu tetap terbuka, dan memerlukan adanya suatu kesepakatan bersama dari masing-masing pihak," kata Boy.

Meski begitu, pembinaan dalam penanganan kasus V dinilainya sangat diperlukan. Melihat perbuatan V, sebut Boy, harus ada pembinaan intensif yang dilakukan kepadanya.

"Penerapan restorative justice dapat ditempuh dengan adanya kesepakatan bersama dan bersifat membina kepada anak yang bersangkutan. Sebab perilaku si anak juga tidak bisa dibenarkan, karena benih-benih anarkistis ada walau masih anak-anak," tuturnya.

"Namun dalam konteks pembelajaran hukum, hukum juga memperhatikan restorative justice," imbuh Boy.

Sebelumnya Kasat Reskrim Polres Sukoharjo, AKP Dwi Haryadi menyatakan V tetao dipidana karena membakar kelasnya. Bocah perempuan berusia 11 tahun itu diduga membakar kelasnya sendiri karena kesal diejek teman-temannya.

"Dia tetap kami proses hukum namun tidak ditahan. Pemeriksaan dilakukan di Unit PPA dengan didampingi orang tuanya," ujar AKP Dwi Haryadi, Senin (23/5).

V membakar kelasnya pekan lalu. V membakar gorden ruang kelasnya menggunakan korek api kayu. Api segera membesar lalu menyambar lemari kayu di tak jauh dari gorden yang terbakar. 

R24/afd/det
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru

Versi Mobile

   Riau24.com
                       Informasi Anda Genggam