riau24 Selidiki Kasus Pembantaian Satu Keluarga, Polisi Dicurigai Oleh Warga | Berita Riau
Minggu, 17 Desember 2017

Nasional

Selidiki Kasus Pembantaian Satu Keluarga, Polisi Dicurigai Oleh Warga

1
Ilustrasi
Berita Riau -  Selidiki Kasus Pembantaian Satu Keluarga, Polisi Dicurigai Oleh Warga
Palembang, Riau24.com - Pengungkapan kasus pembantaian keluarga Tasir (65), mengalami kendala. Selain jauh dari lokasi, beberapa warga setempat yang dimintai keterangan juga sulit meski.

Direktur Ditreskrimum Polda Sumsel Kombes Pol DTM Silitonga mengatakan, warga setempat awalnya takut dengan keberadaan petugas. Alhasil, polisi sulit meminta keterangan, karena mayoritas sumber tutup mulut.

"Warga kebanyakan tutup mulut, mereka takut sama kami. Kami juga sempat dicurigai. Begitu diajak berembuk dengan tokoh setempat, mulai terbuka," kata Silitonga, Selasa (24/5).

Selain itu, sejumlah kendala lain yang dihadapi dalam pengungkapan kasus itu di antaranya minimnya sarana transportasi menuju lokasi karena berada di daerah perairan dan terpencil, serta kendala sinyal ponsel.

"Kasus ini banyak mengeluarkan energi. Ya termasuk kejadian yang terbesar beberapa tahun ini," ujarnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol R Djarod Padakova mengatakan, kejadian ini menjadi pelajaran bagi warga yang lain untuk lebih teliti jika berkeinginan membeli tanah. Semua berkas kepemilikan tanah sebaiknya dicek terlebih dahulu di kantor BPN untuk mengetahui keabsahannya.

"Harus hati-hati, jangan jadi korban tipu muslihat pelaku. Jangan asal murah langsung terpikat," sarannya.

Sebelumnya, polisi meringkus empat dari lima pembantai keluarga Tasir (65) terdiri dari istri, anak dan dua orang cucunya, pada 10 Mei 2016 lalu.

Mayat kelima korban ditemukan mengapung terbungkus dalam karung di anak Sungai Musi, Jalur 16, Desa Indrapura, Kecamatan Muara Sugihan, Banyuasin, empat hari berturut-turut, pada 13-16 Mei 2016.

Keempat pelaku yakni berinisial PW (22), AK (19), NM (17), dan AM (47) sebagai otak pelaku pembunuhan.

Tersangka NM terpaksa ditembak polisi di bagian kiri, dan AM ditembak di kedua kakinya karena berusaha melawan petugas. Sementara satu pelaku lain berinisial UK masih buron.

Semua pelaku masih memiliki hubungan kekeluargaan. Pelaku PW, AK, dan NM tinggal di Desa Tirta Kencana, Kecamatan Makarti Jaya, Banyuasin, Sumsel. Sementara AM beralamat di Desa Siderejo, Kecamatan Muara Sugihan, Banyuasin.

Motif pembunuhan tersebut dilatarbelakangi jual beli tanah. Tersangka AM menjual tanah empat kavling kepada korban senilai Rp 305 juta. Belakangan, dua kavling di antaranya bermasalah karena milik orang lain.

Korban pun meminta kembali uang dua kavling tanah itu sebesar Rp 150 juta dan mengancam akan mempolisikan tersangka AM karena dianggap melakukan penipuan.

Takut dengan ancaman itu, tersangka AM memutuskan membunuh korban dengan mengajak empat rekannya. Tersangka menjanjikan akan memberikan sepeda motor dan uang Rp 5 juta kepada masing-masing pelaku.



R24/dev
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nelivera
Selasa, 21 November 2017 18:19 wib
SABUNG AYAM DAN PACUAN KUDA ======> AYOKJOIN SEKARANG JUGA Minimal deposit hanya 50 ribu. ada bonus deposit 10% untuk member baru dan bonus deposit harian sebesar 5% ayo untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi CS kami di sini Terima kasih dan salam succecs Form Bolavita !! [URL=http://www.bolavita.net/register/] https://i.imgur.com/JEXULa0.jpg
Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru