riau24 Hingga April Dana Pungutan Sawit Tembus Rp 4 Triliun | Berita Riau
Senin, 11 Desember 2017

Hingga April Dana Pungutan Sawit Tembus Rp 4 Triliun

0
Ilustrasi
Berita Riau -  Hingga April Dana Pungutan Sawit Tembus Rp 4 Triliun

Riau24.com, Jakarta - Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) menyatakan pada tahun ini hingga April 2016‎, total pungutan dana sawit yang terkumpul mencapai Rp 4 triliun. Angka tersebut merupakan kontribusi dari ekspor minyak sawit hingga bulan keempat 2016 yang mencapai 11 juta ton.

‎Direktur Utama BPDPKS Bayu Krisnamurthi mengatakan, dari ekspor tersebut sebagian besar merupakan produk turunan kelapa sawit. Sementara porsi ekspor produk mentah atau crude palm oil (CPO) terus menurun.

"Hingga April ini dana yang terkumpul sebesar Rp 4 triliun. Itu ditopang oleh ekspor 11 juta ton, di mana 85 persen produk turunan, sudah produk menengah. Sedangkan berupa CPO 15 persen. Jadi sekitar 350 ribu ton per bulan eksporCPO dan 1,3 juta ton per bulan produk turunan," ujar dia di Jakarta, Kamis (26/5/2016).

Dia menjelaskan tren peningkatan ekspor produk turunan sawit ini patut diapresiasi. Ini artinya, ekspor sawit Indonesia kini tidak hanya sekadar produk mentah, tetapi ‎sudah produk olahan yang memberikan nilai tambah di dalam negeri.

"Produk Indonesia yang menggunakan kemasan dan brand Indonesia pertumbuhannya luar biasa, sekitar 8 persen-9 persen dibanding 2015. Itu artinya produk indonesia semakin dikenal luas," kata dia.

Saat ini, daerah yang berkontribusi paling besar terhadap ekspor produk sawit antara lain Dumai sebesar 3,7 juta ton, Belawan 1,1 juta ton, Teluk Bayur 0,7 juta ton, dan Lampung 0,5 juta ton.

‎Negara tujuan ekspor produk sawit Indonesia juga beragam. Ekspor terbesar, yaitu ke India, dengan 1 juta ton, Tiongkok 0,6 juta ton, Pa‎kistan 0,4 juta ton, dan Belanda 0,3 juta ton.

"Pakistan jadi kunci karena Indonesia saat ini menjadi pengekspor terbesar ke Pakistan. Ini mengalahkan negara pengekspor lain. Padahal sebelumnya hanya sekitar 20 persen, sekarang seluruhnya dari Indonesia," kata dia.

 
R24/dev 

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru