riau24 LP Klas II A Pekanbaru Bina Terpidana Teroris hingga Pidana Mati Narkoba | Berita Riau
Rabu, 13 Desember 2017

LP Klas II A Pekanbaru Bina Terpidana Teroris hingga Pidana Mati Narkoba

0
ilustrasi
Berita Riau -  LP Klas II A Pekanbaru Bina Terpidana Teroris hingga Pidana Mati Narkoba
Pekanbaru, Riau24.com- Dengan pengawalan ketat, dua terpidana terorisme dari tahanan Brimob Kelapa Dua Depok, Jawa Barat dipindahkan ke Lembaga Pemasyarakatan Klas II A Pekanbaru. Pemindahan keduanya sebagai upaya deradikalisasi.
 
Pihak Lapas Pekanbaru sendiri mengaku sudah mempunyai strategi sendiri dengan kedatangan kedua napi tersebut. Mulai dari pembinaan hingga penyiapan sel khusus untuk isolasi.
 
Seksi Pembinaan Lapas Pekanbaru, Yusuf menyebutkan kedua napi terorisme itu adalah Muhammad Shibghotulloh alias Yatno dan Rio Adi Putra alias Abu Rio.
 
"Telah ditetapkan strategi khusus termasuk memberikan waktu isolasi serta penempatan khusus agar pengawasan lebih maksimal," kata Yusup.
 
Kedua napi teroris dimaksud sampai ke Pekanbaru bersama dua pengedar sabu jaringan Malaysia yang divonis mati beberapa waktu lalu di Pengadilan Kota Dumai.
 
Kepala Kepala Kantor Wilayah Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kanwil Kemenkumham) Provinsi Riau, Ferdinan Siagian menyebut, pemindahan empat tahanan kasus berbeda itu dilakukan bersamaan.
 
"Paginya dua terpidana terorisme dan sorenya dua terpidana mati. Kemudian ada juga beberapa tahanan kasus narkoba yang divonis seumur hidup," sebut Ferdinan.
 
Kedua terpidana mati, sebut Ferdinan, adalah Ali Muttakin bin Senadi dan Kartik bin Gowinda Samin. Proses hukumnya masih di Mahkamah Agung untuk peninjauan kembali (PK).
 
Adapun terpidana seumur hidup masing-masing bernama Abu Karim bin Jamaluddin, Faizal bin Rozali dan Ismail bin Kamaruddin.
 
"Terpidana mati ini ditangkap Badan Narkotika Nasional beberapa waktu lalu dengan barang bukti 2,49 kilogram sabu-sabu dari Malaysia," sebut Ferdinan.
 
Ia menjelaskan, alasan pemindahan tahanan kasus terorisme dan terpidana penjara seumur hidup serta mati kasus narkoba itu lebih disebabkan untuk mencegah merebaknya paham radikal serta pengawasan lebih maksimal.
 
Informasi dirangkum, Ali Mutakkin, dan Kartik Bin Gowinda Samin merupakan penyusup narkotika jenis sabu seberat 2,49 Kilogram dari Malaysia.
 
Keduanya mengatur alur kerja hingga mentransfer uang untuk kelancaran penyelundupan. Hal ini terbukti dari penyitaan barang bukti seperti buku tabungan, kartu ATM hingga kartu debit platinum dari Kartik.
 
R24/adi
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru