riau24 Siswaja Tegaskan Potensi Wisata di Candi Muara Takus, itu Masih Banyak yang Belum Dikembangkan | Berita Riau
Senin, 11 Desember 2017

Dharmayatra Waisak 2560/2016

Siswaja Tegaskan Potensi Wisata di Candi Muara Takus, itu Masih Banyak yang Belum Dikembangkan

2
Berita Riau -  Siswaja Tegaskan Potensi Wisata di Candi Muara Takus, itu Masih Banyak yang Belum Dikembangkan
 
Pekanbaru, Riau24.com - Candi Muara Takus yang ada berlokasi di Kabupaten Kampar, kini dinilai masih banyak yang belum tergali, dan belum dikembangkan dengan apik. Artinya, konsep pengelolaan salah satu pariwisata Riau, masih perlu penanganan serius.
 
Demikian ungkap Siswaja Muljadi kepada wartawan, ketika ditemui di Pekanbaru. Hal ini diketahuinya setelah melakukan kegiatan pada hari Minggu (29/5) kemarin. Yaitu kegiatannya Dharmayatra Waisak 2560/2016, di Candi Muara Takus tersebut. Disini, dirinya melihat itu besar potensi pariwisata didaerah tersebut.
 
"Saat kami kegiatan Dharmayatra Waisak 2560/2016, yaitu di Candi Muara Takus. Kami melihat masih besar potensi pariwisata didaerah tersebut. Artinya, banyak potensi wisata yang belum tergali di situs Muara Takus. Bahkan di sana itu, kami melihat adanya peninggalan kuburan lama di sekitaran candi, tapi tidak terawat,” katanya.
 
Pria yang akrab disapa Aseng ini, mengatakan, di sekitaranya candi itu akan lebih bagusnya dibangun tempat ibadah, serta juga tempat meditasi. Sehingganya juga akan menambah daya tarik pengunjung untuk datang kesana. Bahkan itu, akan ada aktifitas rutin dilaksana di kawasan candi tersebut.
 
Aseng yang merupakan satu-satu etnis Tionghoa 'duduk' di Anggota DPRD Riau periode 2014-2019 ini menyebutkan, jika halnya potensi wisata itu digali dengan maksimal tersebut, tentunya mendatangkan orang dari mana saja, berkunjung ke Candi Muara Takus. Sehingga, meningkat potensi wisata. 
 
"Kami rasa, jika memang didalam hal ini pemerintah serius berbuat untuk di kawasan candi tersebut. Maka diyakini, tidak hanya orang (penduduk) lokal bekunjung. Tapi di luar daerah, bahkan juga dapat datang dari luar negeri. Selain itu pemerintah bisa membuat siklus perjalanan," ujar Aseng.
 
Misalnya, ujar Politisi Gerindra ini, untuk menuju kawasannya Candi Muara Takus itu dua kali didalam 
seminggu. Dengan tarif angkutan disubsidi yang tentunya bertujuan promosi wisata. Maka orang akan semakin mengetahui, dan bahkan lebih mengenal keberadaan Candi Muara Takus peninggalan sejarah di Kampar, Riau.
 
Sedangkan dampak lainnya nanti menurut Aseng, dapat dirasakan oleh masyarakat setempat. Yang misalnya disepajang jalan menuju Candi Muara Takus. Dimulai, dari Kota Pekanbaru arah Kabupaten Kampar tersebut masyarakat bisa berjualan produk dan merupakan unggulan daerah tersebut.
 
"Apalagi bagi masyarakat sekitar candi tersebut, itu juga bisa lebih memanfaatkan situasi dan kondisi
demikian yang menunjang tingkat perekonomian. Misalnya itu dapat berjualan (berdagang, red), serta jual jasa dalam mempromosikan keberadaan Candi Muara Takus," kata Siswaja.
 
Dikesempatan itu, diceritakannya kegiatan di Dharmayatra Waisak 2560/2016, yaitu di Candi Muara Takus, pada Minggu (29/5). Kata dia, hal ini diawali dari Jalan Karet Pekanbaru dan kemudian menuju Candi Muara Takus dengan pakai bus serta angkutan lainnya. Yang diikuti sekitaran 300 orang.
 
"Dibuka dengan doa, dan lansung melakukan kegiatanya pradksina (mengelilingi tempat suci, red), ini sebagai bentuk penghormatanya pada Budha. Dilakukan itu searah jarum jam sebanyak tiga kali. Dan setelah itu, baru baca parita atau ayat-ayat suci, kemudian dilanjut ceramah agama,” ujarnya.
 
Ditambahkanya, dalam kegiatan ini, pihaknya berencana ditahun depan akan laksanakan kegiatan yang sama dengan peserta lebih besar (banyak, red) lagi. Seperti yang ada dilaksnakan pada tahun 2012 lalu. Yaitu diikuti sebanyak 2 ribu jemaat umat Budha ke Candi Muara Takus. Diharap pariwisata dapat terus berkembang. 
 
R24/rul
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Maryanto inhil
Rabu, 01 Juni 2016 07:25 wib
Jangankan muara takus. Tikus-tikus di Inhil saja banyak tak peduli
Marno
Rabu, 01 Juni 2016 07:18 wib
Memang benar tu pak siswaja. Pemerintah impoten
Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru