riau24 BRG Gadeng 12 Perguruan Tinggi di Dunia Untuk Restorasi Gambut | Berita Riau
Minggu, 17 Desember 2017

BRG Gadeng 12 Perguruan Tinggi di Dunia Untuk Restorasi Gambut

0
Berita Riau -  BRG Gadeng 12 Perguruan Tinggi di Dunia Untuk Restorasi Gambut

Pekanbaru, Riau24.com- Badan Restorasi Gambut (BRG) Indonesia menginisiasi kerjasama dengan berbagai universitas di Jepang dan beberapa provinsi yang memiliki gambut  untk bersama mencari solusi yang efektif dan efisien dalam restorasi gambut dan pencegahan kebakaran gambut.

BRG menggandeng 10 perguruan tinggi di Indonesia yakni Universitas Jambi, Universitas Riau, Universitas Tanjungpura, Universitas Lambung Mangkurat, Universitas Palangkaraya, Universitas Cendrawasih, Universitas Mulawarman, Universitas Gadjah Mada, Institur Pertanian Bogor dan Universitas Sebelas Maret. Selain itu, dua perguruan tinggi di Jepang yang juga turut dalam upaya restorasi gambut ini yaitu Universitas Hokkaido dan Universitas Kyoto.

Kerjasama tersebut diteguhkan dalam simposium bersama yang akan dilakukan di Jakarta dan Pekanbaru pada 30 Mei hingga 1 Juni 2016. Kegiatan ini didukung oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Japan International Cooperation Agency (JICA), Research Institute for Humanity and Nature (RIHN), National Institutes of the Humanities (NIHU) dan Pemerintah Provinsi Riau.

Kepala BRG, Nazir Foead mengatakan para pakar restorasi dan perguruan tinggi yang digandeng tersebut diharapkan dapat berbagi pembelajaran, informasi dan kajian ilmiah terkait riset dan kegiatan restorasi gambut yang telah dilakukan.

“Upaya restorasi gambut melalui perbaikan tata kelola lahan gambut yang meliputi perbaikan ekologi, ekonomi dan juga sosial memerlukan dukungan riset yang mendalam serta aksi bersama restorasi dengan civitas akademika,” ujar Foead, Selasa (31/5/2016).

Selain itu, Deputi Penelitian dan Pengembangan BRG RI, Haris Gunawan mengungkapkan informasi dan hasil penelitian yang tersebar di segala perguruan tinggi tersebut nantinya akan dikumpulkan BRG untuk menjadi materi pembelajaran dan penyusunan agenda riset aksi restorasi gambut selanjutnya.

“Penelitian harus menjawab persoalan konkrit restorasi gambut. Restorasi bukan hanya membasahi gambut dan mencegah kebakaran, tetapi juga mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kita ingin mendengar dari para peneliti bagaimana restorasi juga ada nilai ekonomi yang baik bagi masyarakat dan kelestarian gambut sehingga kedepan kita tidak perlu lagi membayar biaya sosial yang tinggi akibat rusaknya ekosistem gambut,” ungkap Haris.

R24/uci

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru