riau24 Oknum Polisi Tembak Istri di Vonis 16 Tahun, Jaksa Masih Pikir-pikir | Berita Riau
Selasa, 12 Desember 2017

Rokan Hulu

Oknum Polisi Tembak Istri di Vonis 16 Tahun, Jaksa Masih Pikir-pikir

0
Berita Riau -  Oknum Polisi Tembak Istri di Vonis 16 Tahun, Jaksa Masih Pikir-pikir
Rohul, Riau24.com -  Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Pasirpangaraian Riki mengaku pihaknya masih pikir-pikir atas vonis yang diberikan Majelis Hakim terhadap ST. Simanjuntak.

Diketahui, Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Pasirpengaraian‎ memvonis 16 Tahun penjara terhadap ST. Simanjuntak yang tega menembak i‎strinya dengan lima tembakan yang mengakibatkan istrinya meninggal dunia pada Senin (23/5) lalu.

"Kita masih pikir-pikir mas terkait vonis yang dijatuhkan oleh majelis hakim, kita menuntut terdakwa dengan 20 tahun penjara namun, hakim memutuskan 16 tahun saja," katanya, Selasa (31/5)

Ia menambahkan, hal tersebut sesuai dengan putusan ‎majelis hakim, terhadap terdakwa ST.Simanjuntak  yang dibacakan oleh hakim nomor 78/pid.b/2016/pn. prp tanggal 23 Mei 2016.

Dimana, pertama menyatakan terdakwa sampai tua Simanjuntak terbukti dan sah meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana pembunuhan berencana sebagaimana dalam dakwaan jaksa penuntut umum,  menjatuhkan pidana terhadap terdakwa 16 tahun penjara dan dikurangi masa tahanan terdakwa dengan perintah terdakwa tetap ditahan.

Adapun barang bukti berupa satu unit senjata api yang digunakan terdakwa menghabisi nyawa korban, dua buah proyektil peluru,  dan satu buah peluru revolver yang tidak dapat digunakan.

Saat ditanya apakah ada tuntutan yang meringankan ST, Simanjuntak hingga di Vonis 16 tahun penjara, dirinya mengungkapkan bahwa tututan dari JPU terkait kasus pembunuhan tersebut, tidak ada tuntutan yang meringankan terdakwa.

"Tidak ada tuntutan kita yang meringankan malahan, tuntutan kita memberatkan semua," imbuhnya.

Riki menjelaskan, adapun tuntutan dari JPU yang memberatkan terdakwa yakni, perbuatan terdakwa menyebabkan nyawa seseorang meninggal dunia, dimana profesinya sebagai polisi seharusnya mengayomi dan melindungi masyarakat, namun perbuatan terdakwa malah membuat masyarakat resah.

Selanjutnya, ‎terdakwa yang merupakan suami dari korban, seharunya mengayomi dan memberikan rasa kasih sayang kepada korban, tetapi terdakwa malah menghilangkan nyawa korban. Perbuatan terdakwa juga tergolong sadis, dengan menembak korban secara berkali-kali.

Kemudian, terdakwa tidak mempertanggungjawabkan ‎perbuatannya, karna sempat melarikan diri setelah menghilangkan nyawa istrinya. Serta terdakwa juga tidak menunjukan rasa penyesalan terhadap perbuatanya.

Lebih lanjut dijelaskanya, berdasarkan hal-hal yang memberatkan tersebut, setelah pihaknya berkonsultasi dengan kejaksaan tinggi pasalnya peristiwa tersebut banyak menarik perhatian, terdakwa di tuntut 20 Tahun penjara berdasarkan Sesuai pasal 340 KUHAP.


R24/dev/ags

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru