riau24 Pengakuan Mengejutkan Pelaku Pemerkosaan Bocah SD Semarang | Berita Riau
Kamis, 14 Desember 2017

Nasional

Pengakuan Mengejutkan Pelaku Pemerkosaan Bocah SD Semarang

1
Ilustrasi
Berita Riau -  Pengakuan Mengejutkan Pelaku Pemerkosaan Bocah SD Semarang
Semarang, Riau24.com - Kasus pemerkosaan bocah SD di Semarang yang dilakukan oleh 21 orang sangat penyita perhatian publik.

Baru-baru ini, ada pengakuan mengejutkan dari anggota kelompok pemerkosa (Gank Rape) bocah SD tersebut. Salah seorang pelaku mengaku untuk dapat terlibat dalam pemerkosaan yang dilakukan secara beramai-ramai tersebut, mereka wajib membayar kepada seorang pelaku yang saat ini masih menjadi DPO ( Baca : Kisah Yuyun Kembali Menimpa Bocah Asal Semarang )

Menurut RS (17), salah satu pelaku, mereka membayar antara Rp 20 ribu - Rp 40 ribu. RS mengungkapkan ia terlibat dalam aksi bejat itu karena ditawari NM yang juga masih buron. Sebelumnya, RS sudah diajak janjian untuk bertemu di sebuah gubuk di daerah Penggaron.

RS yang tertarik pun, segera pergi ketempat yang sudah dijanjikan. Di tempat itu, NM sudah bersama korban yang saat itu sudah dalam keadaan telanjang bulat. Korban diduga sudah dalam kondisi tak sadar dan mabuk karena sudah dipaksa mengonsumsi pil koplo.

Karena sudah terlanjur bernafsu, RS kemudian membayar Rp 20 ribu ke NM agar bisa menyetubuhi bocah SD tersebut. RS mengaku tak tahu dan tidak menyadari jika ia telah meniduri anak-anak.

"Saya kira sudah dewasa. Saya bayarnya ke NM," kata RS.

NM mengaku kenal dengan dua tersangka lainnya yang masih di bawah umur, yaitu IA (16) dan MA (15). Dari keterangannya, IA bahkan sudah empat kali memerkosa dan membayar antara Rp 20 ribu sampai Rp 40 ribu.

Tiga tersangka dewasa yaitu Wahyu Adi Wibowo (36), Johan Galih Dewantoro (19), dan Lutfi Adi Prabowo (19) ternyata juga mengaku ada transaksi dengan kisaran nilai yang sama.

Sementara itu, Wakasat Reskrim Polrestabes Semarang, Kompol Sukiyono mengatakan saat ini proses penyelidikan dan penyidikan masih berlangsung. Proses pemberkasan kasus kejahatan seksual itu dipecah menjadi lima. Pelaku di bawah umur dipisahkan sesuai Undang-Undang yang berlaku.

"Jadi berkas di-split lima. Ada tiga berkas untuk dewasa, satu dewasa untuk pencabulan, dan satu berkas untuk anak-anak, persetubuhan. Perlakuan pelaku dewasa dan anak-anak berbeda," kata Sukiyono.

Meskipun ada indikasi perdagangan manusia, Sukiyono menyebutkan polisi belum mengarahkan penyelidikan ke sana. Pihaknya saat ini masih fokus memburu para pemerkosa yang belum ditangkap.



R24/dev

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nelivera
Selasa, 21 November 2017 18:27 wib
SABUNG AYAM DAN PACUAN KUDA ======> AYOKJOIN SEKARANG JUGA Minimal deposit hanya 50 ribu. ada bonus deposit 10% untuk member baru dan bonus deposit harian sebesar 5% ayo untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi CS kami di sini Terima kasih dan salam succecs Form Bolavita !! [URL=http://www.bolavita.net/register/] https://i.imgur.com/JEXULa0.jpg
Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru