riau24 Tumpahan CPO, Komisi III DPRD Dumai Gelar Konferensi Pers | Berita Riau
Minggu, 17 Desember 2017

Dumai

Tumpahan CPO, Komisi III DPRD Dumai Gelar Konferensi Pers

0
Berita Riau -  Tumpahan CPO, Komisi III DPRD Dumai Gelar Konferensi Pers
Dumai, Riau24.com – Terkait tumpahnya CPO di kawasan Pelabuhan Pelindo I Cabang Dumai, Komisi III DPRD Dumai sudah melakukan peninjauan kelokasi dan berkomitmen untuk menyelesaikan ini. Dalam konferensi pers wakil rakyat membeberkan beberapa temuan yang mengejutkan terkait izin kelayakan operasional perusahaan.

“ Kita akan memanggil pihak perusahaan PT KLK, PT Pelindo selaku pemilik lahan serta KSOP yang bewenang terhadap kepelabuhanan.” ujar Ketua Komisi III DPRD Dumai Hasrizal yang didampingi Wakil Ketua, Sekretaris dan anggota saat menggelar konferensi pers, Kamis petang kemarin.

Ditambahkan Hasrizal, akibat telah terjadinya pencemaran lingkungan dari tumpahan CPO, persoalan ini akan dibawa kepada isu Nasional, karena ada dua kementrian yang dipermalukan, pertama Menteri Perikanan dan Menteri Perhubungan laut dan Menteri Lingkungan Hidup.

“ Selama ini regulasi Pelindo mengatur perusahaan di wilayahnya, tetapi pengawasan yang dilakukan oleh Pelindo kita nilai masih lemah. Komisi III akan mempertanyakan Amdal mereka sudah benar atau belum. Sampai sekarang kita belum dapatkan itu, temasuk izin lingkungan serta UPL mereka,” terang Politisi PAN ini.

Mereka (pihak perusahaan,red) kata Hasrizal, juga mengambil air laut Dumai untuk operasional sejak pertama berdiri. Artinya mereka selama ini mengambil Sumber Daya Alam Kota Dumai, apakah sudah ada izin atau belum akan kita tanya nanti.

Secara teknis, lanjut Hasrizal, selama ini KLH Dumai mengalami kendala kurangnya alat dan SDM untuk menjalankan tupoksi dalam pengawasan dan pengendalian lingkungan.

“ Tetapi tahun lalu sudah kita anggarkan agar mereka melengkapi peralatan yang dibutuhkan dan sekarang secara teknis KLH Dumai sudah bisa memastikan apakah tumpahan CPO itu berpotensi pada pengrusakan lingkungan dan membahayakan SDA Dumai atau tidak, karena alatnya sudah ada,” tutur Hasrizal.

Sekretaris Komisi III Johannes MP Tetelepta menambahkan, perusahaan sudah melanggar SOP mereka, dan DPRD bersama KLH saat turun kelokasi meninjau tumpahan CPO sempat tertahan selama 1 jam.

“ Kita menilai ada kondisi yang tidak baik, dan kejadian yang serius disana, akibatnya kita tertahan saat melakukan peninjauan bersama KLH kelokasi selama satu jam, padahal Komisi III bekerja sesuai amanat UU, dalam menjalankan fungsi pengawasan,” ujar Johannes.
Sanksi jelas UU lingkungan hidup juga sudah mengatur dengan tegas, ada sanksi pidana, perdata serta pencabutan izin.

“ Jika tidak mengindahkan aturan yang diatur direpublik ini, maka kita akan meminta pemerintah merekomendasikan pencabutan izin mereka,” tegas Hasrizal.

Ditambahkan ketua komisi III tersebut, soal adanya pencegatan selama 1 jam pihaknya berfikir positif saja, barangkali pihak perusahaan tidak kenal siapa Wakil Rakyat Dumai dan Kepala KLH Kota Dumai.

Terpisah, manager operasional PT KLK, Siswo menjelaskan peristiwa tersebut bukanlah terjadi pada PT KLK, melainkan PT Astra Agro Lestari (AAL) yang merupakan group dari PT KLK, tetapi berbeda managemen.

“ Itu bukan dari kami pak, tetapi PT Astra,” ujarnya singkat saat dikonfirmasi wartawan melalui sambungan seluler.

Sebelumnya, pada Kamis pagi, tumpahan Crude Palm Oil (CPO) atau Minyak Kelapa Sawit kembali terjadi di Pelabuhan Pelindo, hingga mengotori serta mencemari laut Kota Dumai.
Pihak Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Dumai memastikan pihak PT.Kuala Lumpur Kepong (KLK) sudah melakukan pembersihan tumpahan CPO di sekitar perairan Dermaga B Pelindo tersebut.

Belum dipastikan hingga kapan upaya pembersihan dilakukan. Apalagi diduga ratusan ton CPO sudah tumpah ke laut sekitar dermaga.

“ Kita sulit memprediksinya. Sebab belum dipastikan juga jumlah CPO yang tumpahnya,” ujar Kepala Seksi Patroli Penjagaan dan Penyidikan KSOP Dumai, Janes Sinaga usai meninjau lapangan, Kamis siang.

Menurut Sinaga, insiden bermula saat proses loading atau pengisian CPO milik perusahaan asal Malaysia. Proses pengisian berlangsung pada Kamis sekitar pukul 05.30 WIB. CPO dari tongkang sarat muatan CPO didistribusikan ke areal Pabrik KLK di Kompleks Pelabuhan Pelindo Dumai.

Namun mendadak bagian pipa sambungan pecah saat proses pengisian. Hal itu memicu CPO tumpah berceceran ke perarain di sekitar dermaga. Tumpahan CPO juga terlihat hingga ke tengah arah laut.

“ Ini informasi yang kami terima dari pihak perusahaan. Kesimpulan sementara CPO tumpah akibat sambungan pipa pecah,” terang Sinaga.

Proses pembersihan tumpahan Crude Palm Oil (CPO) milik PT.Kuala Lumpur Kepong (KLK) dilakukan secara manual. Sejumlah pekerja tampak berupaya mengambil sisa tumpahan yang mengambang di perairan sekitar dermaga. Sekitar 10 pekerja melakukan pembersihan dengan peralatan seadanya.

Tampak para pekerja mengambil sisa tumpahan CPO berbekal ember dari atas perahu kayu. Padahal seharusnya untuk melokalisir tumpahan CPO digunakan Oil Boom. Sehinggga tumpahan minyak di air tidak mencemari area lebih luas.


R24/dev/dik
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru