riau24 Apakah PKI Menggeliat Lagi di Indonesia ? | Berita Riau
Jumat, 15 Desember 2017

Politik

Apakah PKI Menggeliat Lagi di Indonesia ?

1
Berita Riau -  Apakah PKI Menggeliat Lagi di Indonesia ?

Jakarta, Riau24.com - PKI akan bangkit. Peringatan ini diserukan oleh Mayjen TNI Purn Kivlan Zein agar masyarakat waspada. Pernyataan Kivlan ini bukan tanpa dasar, dia mengaku memiliki data yang dapat meyakinkan masyarakat jika partai berlambang palu arit itu mulai menggeliat.

"Rancangan mereka paling maksimal tahun 2017 akan bangkit. Deklarasikan ketika negara meminta maaf pada mereka karena mereka tidak bersalah," kata Kivlan, di Balai Kartini, Jakarta, Rabu 1 Juni 2016.

Kivlan menyebut, saat ini PKI dipimpin pria bernama Wahyu Setiaji. Lalu, siapakah sosok tersebut? Sayangnya, mantan Panglima Kostrad itu tidak menjelaskan lebih detail.

Tidak hanya itu, Kivlan juga menyampaikan, markas pusat PKI yang ia maksud tidak lagi berada di lokasi-lokasi senyap. Namun, mereka kini berkantor di tengah perkotaan, tepatnya di wilayah Jakarta Timur, tidak jauh dari kantor pusat Nahdlatul Ulama (NU).

"Ingat, kantor PKI yang ada di samping Hotel Acacia, Jalan Matraman sudah mulai direnovasi seolah-olah dikatakan itu kantor milik PT. Itu mereka akan bangkit, di situlah PKI. Di depan itu indikasi kalau mereka sudah bangun," dia menerangkan.

Melihat tanda-tanda tersebut, Kivlan pun meminta agar masyarakat siap berperang melawan PKI. Menurut dia, langkah preventif harus dilakukan sebelum PKI lebih kuat dan mengancam negara.

"Kita siap perang. Kalau PKI bangkit, kita pukul. Tidak akan lagi kita seperti tahun 1948 dan 1965. Tangkap mereka yang ngomong dan pakai logo PKI. Gerebek saja," kata dia.

Kivlan juga meminta agar ada peran aktif dari Front Pembela Indonesia (FPI) dan ormas bela negara lainnya untuk mendeteksi gerak-gerik PKI. Bila ketahuan, segera ditindak dan diserahkan pada polisi.

‎"Sifat PKI itu teror, fitnah, memutar balik fakta. Itu hasil kongres mereka pada 2010," Kivlan menandaskan.

Tanda-tanda Kebangkitan PKI

Saat ini terdapat indikasi-indikasi kebangkitan PKI. Hal itu terjadi sejak masa reformasi atau setelah 1998.

Misalnya, setelah reformasi materi pengkhianatan PKI telah dihapuskan dalam kurikulum pendidikan Indonesia. Kemudian, tidak ada lagi pemutaran film G30S/PKI di seluruh stasiun televisi.

Indikasi itu, dinyatakan oleh Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab.

"Kurikulum penting, membentuk ideologi bangsa. Jadi jangan kaget, anak-anak kita umur 27 tahun ke bawah tidak tahu PKI dan bangga pakai kaos gambar palu arit karena ketidaktahuannya," tutur dia.

Rizieq juga menambahkan, di berbagai media, ditulis PKI sebagai korban. "Saya sedih, kecewa, dan marah, ada media katakan PKI hanya korban. Kalau gitu, berarti NU, Muhammadiyah, Banser, dan pemerintah penjahatnya?" ujar Rizieq.

Masyarakat pun resah dengan isu kebangkitan PKI ini. Para mantan pejuang pun siap kembali berjuang di sisa tenaganya dengan meneriakkan bahaya kebangkitan PKI di depan Istana Kepresidenan pada Jumat 3 Juni 2016.

Kiki menuturkan, para purnawirawan siap berjuang sekali lagi demi negara. Meski fisik sudah tidak lagi mendukung, mereka siap mengorbankan jiwa raga agar PKI tidak bangkit kembali.

Sementara itu, pemimpin organisasi massa FPI Habib Rizieq Shihab menambahkan, sebelum aksi demo digelar mereka lebih dulu berkumpul di Masjid Istiqlal untuk Salat Jumat. Untuk aksi tersebut, FPI akan mengerahkan kekuatan maksimal agar menjadi perhatian serius pemerintah.

Tanda-tanda bangkitnya PKI ini juga diakui oleh mantan Wakil Presiden Try Sutrisno. Menurut dia simbol-simbol partai palu arit yang bertebaran di Tanah Air itu jangan dianggap remeh.

"Ada yang bilang soal kaus itu musiman dan hobi anak muda. Jangan merendahkan, mereka (PKI) taktiknya luar biasa," tegas Try.

Polisi pun kini tengah gencar menangkapi orang-orang beratribut palu arit. Serta pedagang yang memperjualbelikan kaos berlambang PKI itu. Namun agar tak gaduh, Kepala Polisi Jenderal Badrodin Haiti menghimbau anak buahnya agar tak melakukan razia.

Jenderal bintang 4 ini pun meminta anggotanya untuk melibatkan saksi ahli jika memproses temuan pelanggaran Tap MPRS tersebut. Ia menegaskan, aparat penegak hukum tak akan memaklumi bila terjadi aksi main hakim atau anarkisme kelompok massa terhadap warga atau kegiatan yang berkonten PKI atau komunisme.


R24/dev

 

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nelivera
Minggu, 15 Oktober 2017 18:03 wib
LIVE BULL DI CF88 AYOKJOIN SEKARANG JUGA Minimal deposit hanya 50 ribu. ada bonus deposit 10% untuk member baru dan bonus deposit harian sebesar 5% ayo untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi CS kami di sini Terima kasih dan salam succecs Form Bolavita !!
Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru