riau24 Andi Beri Sinyal Tentang Sosok Wagub, DPP Golkar Belum Terima Usulan Resmi | Berita Riau
Jumat, 15 Desember 2017

Andi Beri Sinyal Tentang Sosok Wagub, DPP Golkar Belum Terima Usulan Resmi

0
Berita Riau -  Andi Beri Sinyal Tentang Sosok Wagub, DPP Golkar Belum Terima Usulan Resmi
Pekanbaru, Riau24.com - Siapa tokoh yang akan menjadi Wakil Gubernur Riau (Wagubri) sisa masa jabatan 2014-2019, hingga kini masih menjadi teka-teki. Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar mengaku belum menerima usulan nama calon pendamping Gubri Arsyadjuliandi Rachman tersebut. 
 
"Informasinya (nama calon Wagubri) sudah ada, tapi kami menunggu suratnya dari Riau," kata Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar, Idrus Marham.
 
Idrus mengemukakan hal tersebut saat ditanya soal beredarnya informasi bahwa Golkar Riau sudah mengusulkan nama mantan Bupati Bintan yang saat ini menjadi Ketua DPD Golkar Kepulauan Riau (Kepri), Ansar Ahmad dan Asisten I Sekretariat Daerah Riau serta mantan Penjabat Bupati Bengkalis, Ahmadsyah Harrofie, ke DPP.
 
Sebelumnya, beredar informasi nama Idris Laena juga masuk bursa pencalonan Wagubri yang direstui DPP. Namun seiring waktu, angin kuat malah berhembus kepada Ansar Ahmad, putra Kepri yang juga alumni Fakultas Ekonomi Universitas Riau ini. 
 
Pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2015, Anshar mencalonkan diri sebagai Wagub Kepri berpasangan dengan politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Soerya Respationo, namun kalah.
 
Gubri Arsyadjuliandi Rachman sendiri masih belum mau mengumumkan nama calon pendampingnya. "Belum," ujar pria yang akrab disapa Andi Rachman itu saat ditanya calon pendampingnya dari kalangan politisi atau birokrat.
 
Namun, Andi memberikan jawaban cukup gamblang saat dicecar apakah calon Wagubri dari luar Riau. "Yang memilih dari Riau saja sudah banyak. Jadi kenapa harus dari luar Riau lagi," ucapnya.
 
Andi mengaku menerima banyak saran dari berbagai pihak untuk menentukan calon pendampingnya.Andi dilantik sebagai Gubri oleh Presiden Joko Widodo pada 25 Mei 2016 di Jakarta, menggantikan Annas Maamun yang tersandung kasus korupsi.
 
Sesuai peraturan, Andi berhak memilih wakilnya sendiri, apakah dari birokrat atau politisi. Dalam peraturan, Andi wajib mengusulkan calon wakilnya paling lambat 15 hari setelah pelantikan.
 
Jika didasarkan pada peraturan tersebut, maka bila dihitung sejak dilantik, maka Andi masih punya waktu hingga 15 Juni 2016 mendatang. Hari libur kerja tidak terhitung dalam 15 hari pengajuan calon wakil gubernur tersebut.
 
 
 
R24/adi
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru