riau24 Manusia Gerobak 'Penyerbu' DKI | Berita Riau
Kamis, 14 Desember 2017

Manusia Gerobak 'Penyerbu' DKI

0
Berita Riau -  Manusia Gerobak 'Penyerbu' DKI

Riau24.com – Di bulan suci Ramadan, terutama mendekati Hari Raya Idul Fitri, wilayah Ibu Kota Jakarta, selalu dibanjiri manusia-manusia gerobak. Mereka datang dari berbagai daerah, hanya untuk mengais rezeki dengan cara mengemis di jalanan. Ada beberapa titik ruas jalan yang selalu dimanfaatkan manusia gerobak untuk mengemis.

Menurut Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta, Chaidir, manusia gerobak tidak membahayakan seperti penjahat pelaku tindakan kriminal. Tapi, keberadaannya dinilai meresahkan masyarakat, karena masuk dalam kategori Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS).

Tapi, menurut Chaidir, masih banyak masyarakat yang belum mengenali ciri manusia gerobak yang dimaksud Dinas Sosial tersebut. "Sebenarnya masalah manusia gerobak masih rancu pengertiannya," kata Chaidir, Rabu, 8 Juni 2016.

Sebab, ada juga kelompok masyarakat yang beraktivitas di jalanan atau pemulung dengan membawa gerobak. Menurut Chaidir, para pemulung ini bukan termasuk manusia gerobak. Mereka biasanya memanfaatkan gerobak untuk alat pengangkut barang bekas yang mereka dapatkan di jalanan.

"Kalau dia mencari barang- barang bekas untuk dijual kembali, namanya pemulung. Bagi kami, mereka bukan PMKS, bahkan membantu pemerintah dalam kebersihan, dan itu sebuah profesi yang halal," kata Chaidir.

Chaidir mengatakan, manusia gerobak yang dimaksud ialah, orang yang membawa gerobak dan membawa serta anak dan istrinya di dalam gerobak. Mereka berhenti di pinggir jalan berharap pemberian orang lewat.

"Dengan membawa keluarganya, ada yang sampai empat anaknya, bahkan ada bayi yang baru lahir. Mereka keliling dari satu ruas jalan ke jalan lainnya berhenti sambil menggelar kardus untuk duduk sambil menunggu orang berbelas kasih," katanya.

Untuk mengantisipasi keberadaan manusia gerobak, kata Chaidir, petugas Pelayanan, Pengawasan, dan Pengendalian Sosial (P3S) akan memberikan edukasi dan peringatan kepada mereka agar tidak berhenti dan mangkal di pinggir jalan.

Setelah diberi peringatan beberapa kali kemudian masih tetap melakukan aktivitas, maka P3S akan melakukan penjangkauan kepada mereka.

Selain itu, pihaknya juga telah memetakan keberadaan manusia gerobak. Kawasan yang menjadi tempat mangkal manusia gerobak ada di Manggarai, Polim, Fatmawati, dan lainnya.

"Petugas kami yang berada di lima wilayah kota akan berjaga di titik rawan tersebut. Namun, kadang yang menjadi kendala dalam penjangkauan manusia gerobak adalah menyelamatkan gerobaknya, karena petugas di lapangan sulit membawanya," kata Chaidir.

Chaidir mengimbau kepada masyarakat yang hendak memberi bantuan untuk beramal hendaknya di tempat yang sudah terpercaya. Karena ada beberapa oknum yang memanfaatkan kepedulian masyarakat.

Menurut Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta, Chaidir, manusia gerobak tidak membahayakan seperti penjahat pelaku tindakan kriminal. Tapi, keberadaannya dinilai meresahkan masyarakat, karena masuk dalam kategori Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS).

Tapi, menurut Chaidir, masih banyak masyarakat yang belum mengenali ciri manusia gerobak yang dimaksud Dinas Sosial tersebut. "Sebenarnya masalah manusia gerobak masih rancu pengertiannya," kata Chaidir, Rabu, 8 Juni 2016.

Sebab, ada juga kelompok masyarakat yang beraktivitas di jalanan atau pemulung dengan membawa gerobak. Menurut Chaidir, para pemulung ini bukan termasuk manusia gerobak. Mereka biasanya memanfaatkan gerobak untuk alat pengangkut barang bekas yang mereka dapatkan di jalanan.

"Kalau dia mencari barang- barang bekas untuk dijual kembali, namanya pemulung. Bagi kami, mereka bukan PMKS, bahkan membantu pemerintah dalam kebersihan, dan itu sebuah profesi yang halal," kata Chaidir.

Chaidir mengatakan, manusia gerobak yang dimaksud ialah, orang yang membawa gerobak dan membawa serta anak dan istrinya di dalam gerobak. Mereka berhenti di pinggir jalan berharap pemberian orang lewat.

"Dengan membawa keluarganya, ada yang sampai empat anaknya, bahkan ada bayi yang baru lahir. Mereka keliling dari satu ruas jalan ke jalan lainnya berhenti sambil menggelar kardus untuk duduk sambil menunggu orang berbelas kasih," katanya.

Untuk mengantisipasi keberadaan manusia gerobak, kata Chaidir, petugas Pelayanan, Pengawasan, dan Pengendalian Sosial (P3S) akan memberikan edukasi dan peringatan kepada mereka agar tidak berhenti dan mangkal di pinggir jalan.

Setelah diberi peringatan beberapa kali kemudian masih tetap melakukan aktivitas, maka P3S akan melakukan penjangkauan kepada mereka.

Selain itu, pihaknya juga telah memetakan keberadaan manusia gerobak. Kawasan yang menjadi tempat mangkal manusia gerobak ada di Manggarai, Polim, Fatmawati, dan lainnya.

"Petugas kami yang berada di lima wilayah kota akan berjaga di titik rawan tersebut. Namun, kadang yang menjadi kendala dalam penjangkauan manusia gerobak adalah menyelamatkan gerobaknya, karena petugas di lapangan sulit membawanya," kata Chaidir.

Chaidir mengimbau kepada masyarakat yang hendak memberi bantuan untuk beramal hendaknya di tempat yang sudah terpercaya. Karena ada beberapa oknum yang memanfaatkan kepedulian masyarakat.

R24/afd/viv 

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru