riau24 Soal Kebiri, Jokowi Berisiko Dikritik Dunia Internasional | Berita Riau
Senin, 11 Desember 2017

Hukum Kebiri

Soal Kebiri, Jokowi Berisiko Dikritik Dunia Internasional

1
Hukum Kebiri
Berita Riau -  Soal Kebiri, Jokowi Berisiko Dikritik Dunia Internasional

Jakarta, Riau24.com – Lembaga Demokrasi dan Kebebasan, Setara Institute, menilai pemberian hukuman kebiri kimiawi bagi pelaku kejahatan seksual anak dalam Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak akan menjadi sandungan bagi Presiden Joko Widodo.

Hukuman kebiri, menurut Setara, bertentangan dengan hak asasi manusia (HAM), karena termasuk kategori kejam dan merendahkan martabat manusia. Bahkan, kebiri menabrak instrumen internasional, konstitusi, dan undang-undang HAM, UU Ratifikasi Konvensi  Anti Penyiksaan.

"Perppu nomor 1 tahun 2016 ini pasti akan menjadi persoalan serius Presiden Jokowi di forum internasional," kata Ketua Setara Institute Hendardi dalam keterangan tertulisnya, Senin 13 Juni 2016.

Sebab itu, Setara Institute pun menyatakan dukungannya kepada Ikatan Dokter Indonesia (IDI) yang menyatakan penolakannya sebagai eksekutor atas hukuman kebiri. "Hukuman kebiri adalah jeniscorporal punishment atau physical punishment atau hukuman badan ala jahiliyah," katanya sembari meminta agar DPR menghentikan pemabasah Perppu tersebut.

IDI sebelumnya memang menolak jadi eksekutor hukuman kebiri yang rencananya akan menjadi hukuman tambahan bagi pelaku kejahatan seksual pada anak. Pelaksanaan hukuman kebiri oleh dokter dianggap melanggar Sumpah Dokter dan Kode Etik Kedokteran Indonesia.

Penolakan tersebut didasarkan atas fatwa Majelis Kehormatan dan Etik Kedokteran (MKEK) Nomor 1 Tahun 2016 tentang Kebiri Kimia dan juga didasarkan pada Sumpah Dokter serta Kode Etik Kodekteran Indonesia (Kodeki).

IDI juga menyatakan bahwa atas dasar keilmuan dan bukti-bukti ilmiah, kebiri kimia tidak menjamin hilang atau berkurangnya hasrat serta potensi perilaku kekerasan seksual pelaku.

IDI juga meminta supaya pemerintah mencari solusi lain selain penggunaan kebiri kimia yang sekali lagi dianggap tidak efektif dalam kasus kekerasan seksual.


R24/gig/viv 

Video Channel Riau24 TV




Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nelivera
Minggu, 19 November 2017 12:08 wib
SABUNG AYAM DAN PACUAN KUDA ======> AYOKJOIN SEKARANG JUGA Minimal deposit hanya 50 ribu. ada bonus deposit 10% untuk member baru dan bonus deposit harian sebesar 5% ayo untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi CS kami di sini Terima kasih dan salam succecs Form Bolavita !! [URL=http://www.bolavita.net/register/] https://i.imgur.com/hqMnrKM.jpg
Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru