riau24 Tanda - Tanda Kebahagiaan, Kesengsaraan, Kemuliaan, dan Kenikmatan | Berita Riau
Selasa, 19 Desember 2017

Ramadhan

Tanda - Tanda Kebahagiaan, Kesengsaraan, Kemuliaan, dan Kenikmatan

0
Berita Riau -  Tanda - Tanda Kebahagiaan, Kesengsaraan, Kemuliaan, dan Kenikmatan
Pekanbaru, Riau24.com - Setiap orang pasti menginginkan kebahagiaan dalam hidupnya. Namun bagaimana cara kita melihat tanda-tandanya ?

Berikut kami informasikan untuk anda,

1. Kebahagian dan Kesengsaraan

Di antara tanda-tanda kebahagiaan dan keberuntungan adalah semakin bertambah ilmu yang dimiliki seorang hamba, maka semakin bertambah pula ketawadhu'an dan kasih sayangnya. Semakin bertambah amalnya maka semakin bertambah pula ketakutan dan kewaspadaannya. Semakin bertambah umurnya, maka akan semakin berkurang kerakusannya. Semakin bertambah hartanya, semakin bertambah pula kedermawanannya dan pemberiannya. Semakin bertambah kedudukannya dan martabatnya, maka semakin bertambah pula pula kedekatannya kepada sesama manusia, upayanya untuk memenuhi kebutuhan mereka dan sikap tawadhu'nya (rendah hati) di hadapan mereka.

Di antara tanda-tanda kesengsaraan adalah semakin bertambah Ilmu yang dimiliki seorang hamba, maka bertambah pula kesombongan dan keangkuhannya. Semakin bertambah amalnya, semakin ia membanggakan dirinya, meremehkan orang lain, dan berbaik sangka kepada diri sendiri. Semakin bertambah umurnya, semakin bertambah pula kerakusannya. Semakin bertambah hartanya, maka semakin bertambah kebakhilan dan kekikirannya. Semakin bertambah kedudukan dan martabatnya, semakin bertambah pula kesombongan dan keangkuhannya.

Semua itu merupakan ujian dan cobaan yang diberikan ALLAH kepada para hamba-Nya. Sebagian dari mereka ada yang lulus dari ujian dan cobaan tersebut sehingga mendapatkan kebahagiaan, namun sebagian lainnya justru gagal dan malah mendapatkan kesengsaraan.

2. Kemuliaan dan Kenikmatan

Demikian pula halnya dengan kemuliaan. Kemuliaan merupakan cobaan dan ujian dari ALLAH, baik kemuliaan karena memiliki kekuasaan, kepemimpinan, maupun harta. Allah berfirman menirukan perkataan Nabi-Nya Sulaiman, ketika melihat singgasana Ratu Balqis berada di hadapannya: 

"Ini termasuk karunia Rabbku untuk mengujiku, apakah aku bersyukur atau mengingkari nikmat-Nya." (QS. An-Naml: 40)

Nikmat Allah juga merupakan Ujian dan Cobaan, untuk mengetahui kesyukuran orang-orang yang bersyukur dan kekufuran orang - orang yang kufur. Begitu pula dengan musibah yang merupakan ujian dan cobaan dari-NYA. Sebab, selain menguji dengan kenikmatan, ALLAH juga menguji dengan musibah.

ALLAH berfirman : "Maka adapun manusia, apabila Rabbnya mengujinya lalu memuliakannya dan memberinya kesenangan, maka dia berkata,'Rabbku telah memuliakanku.' Namun apabila Rabbnya mengujinya lalu membatasi rezekinya, maka dia berkata,'Rabbku telah menghinaku.' Sekali-kali tidak !" (QS. Al- Fajr: 15 - 17)

Maksudnya, tidak setiap orang yang mendapatkan kelapangan anugrah, dan kenikmatan adalah orang yang dimuliakan ALLAH. Demikian juga, tidak setiap orang yang mendapatkan musibah dan rizkinya sempit adalah orang yang ALLAH hinakan.

(Imam Ibnu Qayyim al Jauziyyah)



R24/put 
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru