riau24 Scale Up Taja Dialog Hak Ulayat di Riau | Berita Riau
Senin, 11 Desember 2017

Scale Up Taja Dialog Hak Ulayat di Riau

2
Berita Riau -  Scale Up Taja Dialog Hak Ulayat di Riau
Pekanbaru, Riau24.com- Scale Up bekerjasama dengan AJI Pekanbaru, AMAN Riau, Rumah Budaya Dimulailah, Kabut Riau dan Yayasan Hutan Riau taja kegiatan dialog bertajuk hak ulayat di Riau.
 
Acara ini bertujuan untuk mendiskusikan dan mencari solusi atas masalah hak ulayat sebagai pedoman dalam penyelesaian konflik sumber daya alam atau yang siap milik masyarakat hukum adat di Riau.
 
Dialog yang dilangsungkan di Hotel Royal Asnof ini mengundang lima narasumber yakni Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau Al Azhar, Pakar Hukum Tata Negara sekaligus Dosen Hukum UR Mexsasai dan Firdaus, Aktivis serta fasilitator dalam menyelesaikan kasus hukum di Indonesia Antimo Sutan Nancayo dan terakhir, Direktur Eksekutif Scale Up Harry Oktavian.
 
Pemerintah telah mengeluarkan peraturan soal desa, hukum adat, hak adat dan sebagainya.
 
Mexasasai mengatakan, masyarakat adat sudah ada jauh sebelum bangsa Indonesia ini memproklamirkan diri menjadi sebuah negara.
 
Sementara itu, Al Azhar juga menuturkan dikarenakan negara berada pada posisi yang tinggi, acap kali masyarakat menjadi diperlakukan seenaknya oleh negara.
 
"Negara berada pada posisi yang tinggi, tapi masyarakat diperlakukan seenaknya oleh negara. Masyarakat adat sudah lahir ribuan tahun sebelum negara ada dan negara, menurut masyarakat adat adalah kaum kolonial baru," ujar Azhar, Jumat (17/6/2016).
 
Azhar juga mengungkapkan, peraturan daerah mengenai hak ulayat di Riau ini perlu dicermati dengan benar.
 
"Kita perlu mencermati Perda itu sebab ada beda di dalamnya itu untuk mencari payung hukum bagi pemerintahan tanah yang masih tersisa. Padahal, LAM Riau berharap sebaliknya yaitu bagaimana agar tanah ulayat yang masih tersisa itu bisa ditambah dan bagaimana juga agar kita bisa menelusuri pemulihan kembali hak hak masyarakat," ungkapnya.
 
R24/uci
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Peri
Jumat, 17 Juni 2016 21:16 wib
kami lah korbannya
Ikin
Jumat, 17 Juni 2016 21:15 wib
rakyat sllu jadi korban
Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru