riau24 Ketika si Kecil Punya Teman Khayalan, Ini Manfaat yang Bisa Mereka Dapatkan | Berita Riau
Jumat, 15 Desember 2017

Ketika si Kecil Punya Teman Khayalan, Ini Manfaat yang Bisa Mereka Dapatkan

1
Berita Riau -  Ketika si Kecil Punya Teman Khayalan, Ini Manfaat yang Bisa Mereka Dapatkan
Jakarta, Riau24.com- Setiap anak bisa memiliki teman khayalan yang berbeda-beda 'wujudnya'. Tak pelak, ketika si kecil mengaku punya teman khayalan yang pastinya tidak nyata dan tidak tampak wujudnya, orang tua pun khawatir dan ketakutan.

Namun, psikolog perkembangan di University of Oregon, Marjorie Taylor mengatakan orang tua tidak perlu khawatir akan hal itu. Sebab, memiliki teman khayalan menjadi hal yang lumrah bagi anak-anak. Taylor juga menyebut ada beberapa keuntungan ketika anak memiliki teman khayalan.

"Anak yang punya teman khayalan cenderung tidak terlalu pemalu. Mereka juga bisa lebih fokus dan perhatian pada suatu hal, memiliki kosakata lebih banyak, dan mampu melihat sesuatu dari perspektif orang lain. Teman khayalan juga membantu anak mengembangkan keterampilan dalam menyelesaikan konflik," tutur Taylor.

Namun, ia menegaskan ketika anak tidak punya teman khayalan, intelektualitas mereka pun tetap saja bisa terasah. Dalam makalah tahun 2003 untuk Central Institute of Youth and Education Television, Taylor menulis selain orang dan hewan, teman khayalan anak bisa berupa pahlawan super, hantu, atau bahkan musuh. Sehingga, teman khayalan bisa memiliki arti tersendiri atau malah menakutkan bagi anak.

Dikutip dari Essential Kids, Taylor menekankan ketika anak memberi tahu orang tua mereka memiliki teman khayalan, usahakan jangan tertawa atau memberikan pertanyaan yang mengarahkan karena Anda tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Selama 30 tahun mempelajari soal teman khayalan, Taylor menuturkan berbagai teman khayalan yang dimiliki anak di antaranya ada yang dapat terbang, tinggal di bulan, atau bahkan bisa mengeluarkan api.

Lantas, mengapa anak punya teman khayalan? Menurut psikolog perkembangan di Wellesley College, Tracy Gleason, alasannya amat banyak dan beragam. Namun, Gleason berpendapat anak-anak bisa menciptakan teman khayalan karena soosk itu mereka anggap cukup menyenangkan. Apalagi, anak-anak memang senang berfantasi dan berimajinasi.

"Teman khayalan menyediakan ruang bagi anak untuk berpartisipasi dalam percakapan di mana mereka bak seorang ahli. Studi 2013 dalam jurnal Childhood juga menemukan bahwa teman khayalan bisa mengatasi kesepian dan rasa bosan anak. Selain itu, interaksi dengan teman khayalan bisa memberi dukungan ketika anak ada masalah," kata Gleason.

Hanya saja, umumnya bagi anak usia 5-11 tahun, mereka akan menyembunyikan teman khayalannya karena takut diejek oleh temannya atau dimarahi orang tuanya. Lalu, kapan orang tua perlu khawatir pada teman khayalan sang buah hati?

"Ketika anak sepertinya tidak memahami bahwa teman khayalan itu tidak nyata. Jika itu terjadi, buat anak lebih sibuk dengan kegiatan yang nyata dan berkonsultasikan ke psikolog jika diperlukan. Meski setidaknya sekali anak bisa menyalahkan teman khayalannya atas kekacauan yang dibuat, tegaskan pada mereka bahwa teman khayalan tidak bisa menyelesaikan kekacauan tersebut dan itu sebabnya anaklah yang harus bertanggung jawab atas kekacauan itu," papar Gleason.

R24/uci/det
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nelivera
Minggu, 19 November 2017 12:47 wib
SABUNG AYAM DAN PACUAN KUDA ======> AYOKJOIN SEKARANG JUGA Minimal deposit hanya 50 ribu. ada bonus deposit 10% untuk member baru dan bonus deposit harian sebesar 5% ayo untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi CS kami di sini Terima kasih dan salam succecs Form Bolavita !! [URL=http://www.bolavita.net/register/] https://i.imgur.com/hqMnrKM.jpg
Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru