riau24 Ahok Gelar Rapat Tertutup dengan BPK, Bahas Apa Ya ? | Berita Riau
Selasa, 12 Desember 2017

Ahok Gelar Rapat Tertutup dengan BPK, Bahas Apa Ya ?

1
Berita Riau -  Ahok Gelar Rapat Tertutup dengan BPK, Bahas Apa Ya ?

Jakarta, Riau24.com- Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengikuti rapat dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Rapat yang digelar tertutup di Balai Kota ini membahas dua pembelian yang diduga mengandung manipulasi mafia pada Tahun Anggaran 2015.

"Ini rutin saja, jadi kalau ada temuan-temuan, kami mau ada minta investigasi lebih lanjut (terhadap temuan BPK)," kata Ahok di samping Penanggung Jawab Pemeriksa BPK Perwakilan DKI I Nyoman Wara, di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (23/6/2016).

Ahok meminta agar BPK melakukan investigasi di antaranya investigasi terhadap pembelian lahan untuk rusun di Cengkareng, Jakarta Barat. Pembelian lahan itu diduga dimainkan orang atau sekelompok orang untuk mengambil untung.

"Cengkareng, dibeli untuk rusun. kita memang mau beli tanah banyak untuk rusun. tapi ini semacam mafia dimainin," kata Ahok.

Ahok curiga dengan pembelian lahan dengan pembayaran kepada notaris dengan biaya kelewat mahal. Notaris dibayar miliaran rupiah. Ini tidak wajar.

"Ada enggak orang Indonesia jual-beli tanah bayar notaris sampai miliaran? Sekalipun Undang-undang menyatakan ada satu persen maksimum. (Padahal) Bayar notaris paling Rp 10 juta," kata Ahok.

Dalam UU Nomor 30 tentang Jabatan Notaris, honorarium notaris diatur pada Pasal 36. Di situ diperbolehkan pembelian tanah lebih dari Rp 1 miliar, honorarium maksimal adalah 1 persen dari objek yang dibuatkan aktanya.

Kecurigaan Ahok bertambah saat dokumen tanah itu diduga dipalsukan. Tanah yang aslinya dimiliki DKI namun dimanipulasi dokumennya sehingga seakan-akan bukan milik DKI. Ahok telah melaporkan hal ini ke KPK dan polisi. BPK sudah memegang datanya.

"Kami curiga, ada tanah yang dibeli sendiri dengan memalsukan dokumen. Ini sudah kami laporkan ke KPK dan polisi," kata Ahok.

Ahok tak tahu siapa gerangan mafia yang memanipulasi pembelian lahan itu. Harga pembeliannya Rp 600 miliar. Notaris yang bersangkutan dengan pembelian lahan itu juga perlu diperiksa.

"Makanya saya minta BPK supaya notaris itu diperiksa juga. Mana ada orang bodoh mau bayar notaris Rp 4 sampai Rp 5 miliar? Misalnya beli tanah Rp 600 miliar, kamu bayar notarisnya Rp 6 miliar. Gila enggak?" katanya.

Temuan kedua BPK yang akan ditindaklanjuti adalah perihal proses pengadaan alat berat penunjang perbaikan jalan pada 2015. Ahok tak terlalu tahu alat berat apa yang dimaksud.Yang jelas, dua persoalan itu perlu ditindaklanjuti.

"Dua itu yang diinvestigasi," kata Ahok.

R24/adi/det
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nelivera
Minggu, 19 November 2017 13:04 wib
SABUNG AYAM DAN PACUAN KUDA ======> AYOKJOIN SEKARANG JUGA Minimal deposit hanya 50 ribu. ada bonus deposit 10% untuk member baru dan bonus deposit harian sebesar 5% ayo untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi CS kami di sini Terima kasih dan salam succecs Form Bolavita !! [URL=http://www.bolavita.net/register/] https://i.imgur.com/hqMnrKM.jpg
Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru