riau24 Hati – Hati, Banyak Beredar Vaksin Palsu Untuk Bayi | Berita Riau
Minggu, 17 Desember 2017

Pekanbaru

Hati – Hati, Banyak Beredar Vaksin Palsu Untuk Bayi

0
Berita Riau -  Hati – Hati, Banyak Beredar Vaksin Palsu Untuk Bayi

Jakarta, Riau24.com -  Mabes Polri mengungkap peredaran vaksin palsu lagi selain di Bogor yakni di Jakarta, Banten dan Jawa Barat. Vaksin palsu itu yakni vaksin wajib untuk bayi yakni hepatitis, campak dan vaksin untuk tuberkulosis, BCG.

Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Brigjen Agung Setya Imam Effendi mengatakan, dari penyelidikan awal ditemukan beberapa penjual vaksin yang tidak memiliki izin di Karang Satria, Bekasi.

"Di Karang Satria, Bekasi terdapat vaksin palsu. Setelah kita kembangkan kita menangkap saudara J sebagai pemilik toko Askal Medical yang berada di Karang Satria, Bekasi," ujar Agung dalam jumpa pers di Bareskrim Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Kamis (23/6/2016).

                                   
Menurut Agung, jaringan vaksin palsu ini memiliki 3 kelompok, yakni produsen, distributor hingga pihak yang menyerahkan langsung ke pengguna. 3 Kelompok itu ditangkap di 3 tempat yang berbeda yakni Puri Hijau Bintaro yang merupakan tempat produsen, kedua di Jl Serma Achim Bekasi Timur dan Kemang Regency, Bekasi.

"Di situ kita menangkap para pembuat dan mengetahui bagaimana vaksin itu dibuat, Di lokasi yang di atas tadi yakni gudang atau rumah biasa namun dari segi higienis tidak memenuhi standar," tutur Agung.

Agung menerangkan, bahan dasar vaksin tersebut yakni mereka mulanya menginjeksi dengan cara menyuntikkan cairan infus dicampur dengan vaksin tetanus. Hasilnya yakni vaksin palsu untuk hepatitis, BCG, dan campak.

"Untuk menyempurnakan (vaksin), dipress dengan alat press kemudian dikemas dan dipacking lalu didistribusikan," tuturnya.

Dalam kasus ini polisi mengamankan 10 orang dengan rincian 5 orang produsen, 2 orang sebagai kurir, 2 orang sebagai penjual termasuk pemilik apotek di Bekasi berinisial J dan satu orang yang mencetak label. Polisi juga menangkap 3 orang lagi siang ini di Subang, Jawa Barat.

"Pelaku kita kenakan UU tentang Kesehatan maupun UU terhadap Perlindungan Konsumen dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara," ucap Agung.

R24/adi/det

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru