riau24 Taufik Arrakhman: Warga Mulai Mengeluhkan Plastik Berbayar ke DPRD Riau | Berita Riau
Sabtu, 16 Desember 2017

Taufik Arrakhman: Warga Mulai Mengeluhkan Plastik Berbayar ke DPRD Riau

0
Berita Riau -  Taufik Arrakhman: Warga Mulai Mengeluhkan Plastik Berbayar ke DPRD Riau
 
Pekanbaru, Riau24.com - Setakat ini, warga Pekanbaru sudah mulai mengeluhkan plastik berbayar ini. Warga mengadukannya ke DPRD Riau atas kebijakanya pemerintah yang menerapkan bayaran setiap berbelanja di swalayan.
 
"Persoalan plastik berbayar yang diberlakukan oleh sejumlah pusat perbelanjaan atas akan kebijakan pemerintah, itu mulai jadi keluhan warga, khususnya masyarakat di Kota Pekanbaru. Keluhan ini, ada disampaikan masyarakat, kepada saya," ujar Taufik Arrakhman.
 
Hal itu disampaikan oleh anggota Komisi A DPRD Riau dari Daerah Pemilihan (Dapil) Pekanbaru saat berbincang-bincang dengan awak media, Kamis (23/6). Dikatakanya bahwasa, masyarakat kota sudah mulai menyampaikan keluhannya terkait plastik berbayarkan.
 
Politisi Gerindra inipun menyebut, keluhan masyarakat ternyata juga menjadi keluhan utama disaat itu membeli dipusat perbelanjaan. Ini ada mempertanyakan peruntukan uang Rp200 untuk satu plastik itu. "aung Rp200 ini tidak ada masuk struk belanja," ungkapnya.
 
Terkait akan ada kebijakan plastik berbayar, diterapkan pemerintah ini dengan mengantisipasi adanya pencemaran lingkungan. Tentu itu kata Taufik, patut mejadi prioritas utama akan disampaikan ke pihak kepada Kemen LHK RI ini selaku mengeluarkan kebijakan.
 
"Seiingat saya. Itu dengan dibuat kebijakan plastik berbayar. Tujuan untuk jaga kelestarian alam, tidak masalah bagi kita. Tetapi ini dapat dilihat di satu sisi, tujuan ini belum final, buktinya plastik yang sudah dipakai ini tetap menjadi sampah.
di mana-mana," sebutnya.
 
R24/rul
 
.
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru