riau24 Alamak..Hingga Juni, 269 Perkara Cerai Masuk ke PA Pasirpengaraian | Berita Riau
Senin, 11 Desember 2017

Rokan Hulu

Alamak..Hingga Juni, 269 Perkara Cerai Masuk ke PA Pasirpengaraian

0
Berita Riau -  Alamak..Hingga Juni, 269 Perkara Cerai Masuk ke PA Pasirpengaraian
Rohul, Riau24.com - Perceraiaan merupakan perbuatan yang sangat dibenci oleh sang Pencipta, walaupun begitu angka perceraian di Rokan Hulu (Rohul) tetap saja meningkat.

Humas Pengadilan Agama (PA) ‎Pasirpangaraian Armen Ghani mengakui angka perceraian di Rohul memang tergolong tinggi, dimana hingga Juni perkara yang masuk ke PA sebanyak 269 perkara.

"269 itu perkara yang sudah masuk, bukan angka perceraian, kita belum tahu, apakah 269 perkara tersebut akan berakhir pada perceraian ataukah rujuk kembali," katanya, Kamis (23/6).

Ia menambahkan, jika melihat dari perkara yang sudah masuk hingga Juni, diperkirakan akhir tahun bisa mencapai 500 perkara. Namun pihaknya akan menyulitkan proses perceraian tersebut.

Penyulitan proses perceraian ini dimaksudkan, untuk mengurangi angka perceraian yang terjadi Rohul, sehingga perkara yang sudah terlanjur masuk bisa dirujukkan kembali, dengan begitu perceraian tidak terjadi.

"Kalau bisa kita rujukkan atau mediasi untuk tidak bercerai akan lebih bagus, dari pada harus bercerai karena akan banyak berdampak pada keluarga," jelasnya.

Dampak ditimbulkan akibat perceraian, tentunya paling utama adalah anak dan hubungan kekeluargaan satu sama lain. Dimana, anak yang berada pada keluarga bercerai tentunya akan ‎mengemban pisikologi kurang baik.

"Bisa-bisa akibat perceraian banyak anak yang mengunakan narkoba, pergaulan bebas, hingga terlibat kejahatan. Karena kasih sayang orang tua tak lagi didapat oleh si anak," ungkapnya.

Armen menjelaskan, banyak faktor yang ‎menyebabkan suami istri mengambil jalan perceraian, mulai dari faktor ekonomi, kekerasan dalam rumah tangga, kurang harmonisnya hubungan suami istri, hingga hak-hak tak terpenuhi.

Namun dari sekian banyak faktor menyebakan perceraian, faktor ekonomilah yang mendominasi terjadinya perceraian antar suami istri di Rohul.

Dilanjutkannya, dari fakta persidangan jelas faktor ekonomi di suatu keluarga merupakan hal yang paling mendorong terjadinya suatu perceraian pada keluarga. Untuk itulah, rasa bersyukur merupakan hal yang mutlak dimiliki pasangan suami istri.

‎Bukan hanya itu saja, faktor perceraian juga bisa terjadi akibat kemajuan teknologi dan internet, seperti  media sosial yakni facebook dan istagram dan lain sebagainya.

"Dalam fakta persidangan media sosial juga sering disebutkan, yang dimulai dengan pertengkaran hingga berujung pada  meja persidangan perceraian," tuturnya.

Untuk itulah, dirinya menghimbau kepada masyarakat, untuk terus menjalin komunikasi antar anggota kekeluargaan dengan tujuan keluarga yang harmonis. Karna komunikasi merupakan hal penting dalam suatu kekeluargaan.


R24/dev/ags
Berita Riau

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru