riau24 Mengapa Shalat Tak Nikmat? | Berita Riau
Selasa, 12 Desember 2017

Ramadhan

Mengapa Shalat Tak Nikmat?

0
Berita Riau -  Mengapa Shalat Tak Nikmat?

Pekanbaru, Riau24.com - Rasulullah shallallahu’alaihi wassalam dan orang-orang shalih senantiasa merasakan nikmat dalam shalat mereka. Mereka menghadap kepada Rabb-nya, Dzat yang mereka cintai di atas segalanya, dengan raga dan hatinya. Karena itulah nikmat shalat begitu mereka rasakan. Bukankah seseorang akan merasa senang ketika bisa bertemu dan berkomunikasi dengan orang yang dicintai?

Jika yang dicintai adalah Allah ta’ala, maka menghadap-Nya, memuji-Nya, dan berkomunikasi dengan-Nya adalah sesuatu yang sangat nikmat.

Rasulullah shallallahu’alaihi wassalam bersabda, “Dan dijadikan penyejuk mataku di dalam shalat.” (Riwayat an-Nasai)

Masalahnya, saat ini banyak di antara kaum muslimin yang tidak bisa merasakan nikmat Shalat. Kelezatan shalat bagi mereka hanyalah omong kosong. Shalat mereka terasa hambar. Sekadar menggugurkan kewajiban.Terkadang shalat dilakukan dengan ogah-ogahan.

Sebab-Sebab Shalat Tak Nikmat
Beberapa sebab mengapa shalat tak terasa nikmat di antaranya:

1.Tidak mengenal dan mencintai Allah ta’ala

Bila seseorang tidak mengenalAllah ta’ala, dan tidak mencintai-Nya, maka mustahil ia akan merasakan kelezatan shalat.

Karena itulah hendaknya setiap muslim berusaha mengenal Allah dan mencintai-Nya di atas segalanya.

2.Tidak mengerti arti yang dibacanya

Kelezatan shalat juga sulit dirasakan oleh orang yang tak mengerti arti bacaan shalatnya. Karena sesungguhnya shalat itu adalah salah satu sarana berkomunikasi antara hamba dengan Rabb-nya. Bukankah komunikasi tidak akan efektif jika salah satu pihak tidak mengetahui apa yang dikatakannya?

3. Dilakukan karena terpaksa

Jika shalat dilakukan secara terpaksa, bisa dipastikan seseorang tak akan merasakan kelezatannya. Tentu orang tersebut berharap shalatnya segera selesai dan bisa segera mengerjakan urusan lain. Shalat menjadi semacam “beban” baginya.

4. Tidak bersungguh-sungguh dalam melaksanakannya

Orang yang tidak bersungguh-sungguh dalam melaksanakan shalat, atau tidak khusyuk, juga akan sulit merasakan nikmat shalat.

5. Terlalu banyak makan dan minum

Fakta membuktikan, orang yang perutnya penuh dengan makanan,maka ia akan malas atau ogah-ogahan mengerjakan shalat. Dalam kondisi seperti itu, ia akan segera mengakhiri shalatnya (shalat dengan cepat) dan tak bisa merasakan nikmat shalat. Karena itu ketika kita berpuasa, sebaiknya makan sekedarnya saja saat berbuka. Jika berlebihan maka perut akan terasa penuh sehingga mudah mengantuk dan malas menjalankan shalat.

6. Mengonsumsi yang diharamkan

Apabila seseorang suka mengonsumsi makanan, minuman dan segala hal yang diharamkan, sudah pasti akan sulit baginya merasakan kelezatan shalat.

Bagaimana mungkin ia merasakan nikmat shalat, bila ia tahu bahwa ia telah memasukkan dalam perutnya hal-hal yang dilarang oleh-Nya?

Rasulullah bersabda, “Ketahuilah bahwa suapan haram jika masuk ke dalam perut salah satu dari kalian, maka amalannya tidak diterima selama 40 hari.” (Riwayat at-Thabrani).

Selama belum bertaubat, orang yang shalat tetapi masih memakan sesuatu yang haram tentu akan merasa berdosa dan tidak tenang. Dengan demikian ia tidak akan merasakan kelezatan shalat.

7. Hati terpaut kepada dunia

Di antara manusia ada yang hatinya sangat terpaut kepada dunia. Seolah-olah ia tidak dapat memicingkan mata sekejap pun untuk berpaling dari dunia. Orang seperti ini tidak akan bisa merasakan kelezatan shalat. Karena shalat mengajak manusia untuk sejenak ‘melupakan’ dunia dan mengingat akhirat.

Contoh orang seperti ini adalah yang bersemboyan time is money (waktu adalah uang). Ia akan keberatan bila diminta menutup tokonya atau meninggalkan pekerjaannya ketika waktu-waktu shalat. Apalagi bila justru pada waktu-waktu shalat itulah banyak pembeli di tokonya. Bila pun shalat, ia tak akan merasakan nikmat karena akan melakukannya cepat-cepat agar segera bisa kembali mengurusi dunianya.

8. Melakukan berbagai dosa dan maksiat

Dosa dan maksiat merupakan kotoran yang akan melekat dalam hati,dan menodai hati yang bersih. Sementara lezatnya shalat hanya akan dirasakan oleh orang yang berhati bersih.

Karena itulah, melakukan berbagai dosa dan maksiat akan menghalangi seseorang untuk merasakan nikmat shalat.

Lagi pula, shalat yang dilakukan seseorang seharusnya bisa mencegahnya dari perbuatan keji dan mungkar.

“Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu al-Kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan-perbuatan fahsya’ dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (al-‘Ankabut: 45)

lbnu Mas’ud dan lbnu Abbas mengatakan bahwa siapa yang shalatnya tidak mencegah dari fahsya’ dan mungkar, shalatnya tidak akan menambah kecuali akan menjauhkan dari Allah (padahal shalat adalah dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah).

Laahaulaa walaa quwwata illaa billaah. Semoga Allah memudahkan kita untuk merasakan kelezatan shalat. Amiin.

(sumber: Majalah Sakinah Vol.14 no.1, tahun 2015)

 

R24/dev/put

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru