riau24 Jika Maskapai Penerbangan Naikkan Tarif Berlebihan, GM Bandara SSK II Ancam Akan Cabut Izin Terbang | Berita Riau
Jumat, 15 Desember 2017

Jika Maskapai Penerbangan Naikkan Tarif Berlebihan, GM Bandara SSK II Ancam Akan Cabut Izin Terbang

0
Berita Riau -  Jika Maskapai Penerbangan Naikkan Tarif Berlebihan, GM Bandara SSK II Ancam Akan Cabut Izin Terbang

Pekanbaru, Riau24.com- General Manager (GM) Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru, Jaya Tahoma Sirait mengatakan sejauh ini tidak ada satupun maskapai penerbangan yang menaikkan tarif secara berlebihan atau di atas ambang batas atas yang diatur dalam perundang-undangan.

Pelanggaran tarif yang dimaksud ini adalah jika maskapai penerbangan menetapkan tarif di atas 30 persen atau di abawah 20 persen maksimal dari harga normal.

"Sejauh ini belum ada, tapi jika ditemukan akan kita proses maskapainya. Paling berat sanksinya adalah pencabutan terhadap izin terbangnya armada," ujar Jaya, Sabtu (25/6/2016).

Penetapan tarif penerbangan tersebut dikatakan Jaya ada yang ditetapkan oleh Kementerian Perhubungan dan ditetapkan secara mandiri oleh perusahaan penerbangan.

“Penetapan tarif penerbangan ekonomi ditentukan oleh Kementerian Perhubungan dengan bantuan subsidi dari pemerintah. Sedangkan penerbangan eksekutif ditetapkan secata mandiri oleh perusahaan penerbangan,” urainya.

Sementara itu, untuk masalah keterlambatan atau delay penerbangan, Jaya mengatakan setiap maskapai telah memiliki prosedur standar sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Setiap penerbangan yang mengalami delay, penanganannya harus mengacu pada Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 89 Tahun 2015 tentang Penanganan Keterlambatan Penerbangan Pada Badan Usaha Angkutan Udara Niaga Terjadwal di Indonesia.

"Ketika terjadi delay, kita perintahkan minimal manajer dan pimpinan ada di tempat jadi penumpang tidak kebingungan ketika hendak bertanya, dan mengenai teknis penanganan serta sanksinya sudah ada dalam peraturan menteri perhubungan," jelas Jaya.

Selanjutnya untuk delay selama 45 menit, sambung Jaya, penumpang harus diberikan makanan ringan oleh pihak maskapai penerbangan. Jika lebih dari 1,5 jam maka penumpang harus diberikan nasi dan minuman.

"Kalau lebih dari tiga jam, penumpang dapat kompensasi uang sebesar tiga ratus ribu sebagai ganti rugi keterlambatan. Dan itu harus dan akan dipatuhi semua airline," pungkasnya.

R24/uci

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru