riau24 Perahu Baghanduang Asset Wisata Nasional | Berita Riau
Jumat, 15 Desember 2017

Kuantan Singingi

Perahu Baghanduang Asset Wisata Nasional

0
Berita Riau -  Perahu Baghanduang Asset Wisata Nasional
Kuansing, Riau24.com – Kabupaten Kuantan Singingi memiliki adat istiadat yang kental, dan juga memiliki beragam tradisi budaya yang tumbuh dan berkembang serta tetap lestari sampai sekarang.

Salah satu tradisi budaya yang masih tetap lestari dan tumbuh berkembang sampai sekarang adalah Tradisi Perahu Baghanduang (Sampan bergandeng dua atau tiga), dengan Mangantar Limau (jeruk) pada malam Hari Raya Idul Fitri. Tradisi ini masih tetap lestari dan berkembang di Kecamatan Kuantan Mudik Kabupaten Kuantan Singingi, dan sampai saat sekarang ini masih tetap lestari yang tentu saja sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Lubuk Jambi.

Tradisi ini sudah berjalan secara turun temurun sejak dulu kala, dan telah berjalan lebih dari satu abad. Namun tata cara pelestarian maupun bentuk kegiatannya memang tidak sama dan selalu berbeda dari dahulu sampai sekarang.

Akan tetapi, tradisi budaya perahu baghanduang tersebut memang sangat unik dan layak untuk dikembangkan dan dikunjungi para wisatawan. Meskipun kegiatannya digelar saat hari Raya Idul Fitri, dan selalu diikuti oleh masyarakat yang berada di pinggir sungai Kuantan.

Namun yang terbayang, akankah Festival Perahu Baghanduang tetap digelar tahun ini, jika tidak tentu saja akan membuat kekecewaan bagi ratusan ribu masyarakat yang berada di pinggir sungai kuantan, mulai dari masyarakat desa Muara Tombang sampai Bukit Pedusunan, dan juga bagi masyarakat Hulu Kuantan dan Gunung Toar.

Padahal tradisi Perahu Baghanduang dengan Mangantar Limau dari pihak pemuda ke rumah gadis pada malam lebaran Idul Fitri dengan menggunakan perahu baghanduang yang digandeng dua atau tiga buah, merupakan ciri khas masyarakat Kuantan Mudik.

Menurut salah satu tokoh masyarakat Kuantan Mudik, Bukhari, HS yang bergelar Datuak Damuanso menyebutkan, tradisi budaya yang dimiliki masyarakat Lubuk Jambi tiada duanya di negeri ini, karena memiliki keunikan tersendiri. Meskipun di daerah lain ada perahu hias, akan tetapi keunikan serta makna yang terkandung didalamnya sangat berbeda.

"Kegiatan ini jangan sampai hilang, dan sangat berharap kepada generasi muda untuk tetap melaksanakan dan menjaga kelestariannya, agar para cucu kemenakan kita masa mendatang juga tahu tradisi budaya yang di miliki kuantan mudik ratusan tahun yang lalu," paparnya.

Kemudian, ujarnya Tradisi dan budaya masyarakat Lubuk Jambi ini hendaknya sudah masuk dalam, kalender pariwisata nasional, karena telah memiliki jadwal yang tetap dilaksanakan setiap tahunnya.


R24/dev/zar
Berita Riau
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru