riau24 Disperindag: Jika Ingin Harga daging Dibawah 80 Ribu, Mata Rantai Distribusinya Harus Diputus | Berita Riau
Selasa, 12 Desember 2017

Disperindag: Jika Ingin Harga daging Dibawah 80 Ribu, Mata Rantai Distribusinya Harus Diputus

0
Berita Riau -  Disperindag: Jika Ingin Harga daging Dibawah 80 Ribu, Mata Rantai Distribusinya Harus Diputus

Pekanbaru, Riau24.com- Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kota Pekanbaru, Mas Irba Sulaiman mengatakan mahalnya harga daging yang mencapai Rp120 ribu per kilogramnya disebabkan oleh mata rantai distribusi yang begitu panjang.

Menurutnya, harga daging bisa menurun drastis hingga di bawah Rp80 ribu jika mata rantai distribusi tersebut diputus. “Dari hitungan pemerintah, sebetulnya harga daging itu bisa di bawah Rp80 ribu ketika bisa memutus mata rantai distribusinya. Kalau tidak salah kemarin kami coba hitung itu sampai 10 titik mata rantainya baru daging sampai ke masyarakat,” ujar Irba, Senin (27/6/2016).

Baca juga: Disperindag Pekanbaru Berencana Salurkan Daging ke dalam Paket THR

“Kalau dari satu titik mata rantai mereka mengambil untung Rp5 ribu sampai Rp10 ribu saja, nah kalau 10 titik itu sudah berapa. Kita umpamakan, mata rantai pertama ada pada peternak, kemudian diambil oleh pengumpul. Lalu dari pengumpul diberikan kepada orang lagi untuk dibawa ke Pakanbaru. Setelah itu sampai di Pekanbaru akan diberikan kepada cukong dulu. Dari cukong nanti dikasih lagi ke perantara, lalu baru masuk ke rumah potong. Dari situ nanti dijual lagi, sampai kepada pedagang di pasar dan akhirnya baru sampai ke tangan masyarakat,” urai Irba kepada Riau24.com.

Irba menuturkan kini pihaknya tengah mengusulkan kepada Kementerian Perdagangan agar Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru dapat mempercepat jalur distribusi dengan cara mendatangkan langsung sapi dari daerah lain ke Pekanbaru.

“Kami akan coba usulkan ke Kementerian Perdagangan supaya sapi nya bisa langsung masuk ke Pekanbaru. Nah itu kalau kita hitung-hitung, nanti harga daging bisa di bawah Rp80 ribu. Jadi rantainya dari pemerintah yang memasok sapi dari daerah lain seperti Lampung atau Medan, lalu dijual ke rumah potong. Setelah itu rumah potong bisa langsung menjual ke pedagang dan sampai ke masyarakat,” jelasnya.

“Karena begini ya, mungkin 1 ekor sapi itu harganya Rp6 juta sampai Rp7 juta. Di dalam 1 ekor sapi itu total dagingnya seberat 100 sampai 120 kilo. Nah, kalau begitu malah daging sudah bisa dijual dibawah Rp70 ribu ke masyarakat,” terangnya lagi.

R24/uci

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru