riau24 Hati-hati, Vaksin Palsu Bisa Mengakibatkan Kematian! | Berita Riau
Selasa, 12 Desember 2017

Pekanbaru

Hati-hati, Vaksin Palsu Bisa Mengakibatkan Kematian!

4
Berita Riau -  Hati-hati, Vaksin Palsu Bisa Mengakibatkan Kematian!
Pekanbaru riau24.com- Penemuan vaksin palsu tetanus dan anti bisa ular di Kota Pekanbaru perlu untuk diwaspadai masyarakat. 
 
Vaksin merupakan anti gen yang di masukkan ke dalam tubuh yang nanti akan berubah menjadi anti body. Menurut Indra Ginting, Kepala Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), memasukkan vaksin palsu pada dasarnya tidak memiliki efek apapun bagi tubuh. 
 
"Vaksin yang merupakan anti gen, ketika bercampur dengan tubuh akan berubah menjadi anti body. Jadi kalau vaksin palsu ini dimasukkan, berarti vaksinnya tidak akan berefek apapun," Jelas Indra saat ditemui di kantornya, Selasa (29/6/2016).
 
Indra menambahkan, tidak adanya efek samping memiliki pengecualian apabila pada proses pembuatannya tidak dilakukan secara steril, baik pada alat maupun ruangannya. 
 
Sejalan dengan ini, Putri Yuliani, salah satu apoteker di rumah sakit pemerintah menyebutkan, pembuatan vaksin palsu yang tidak steril akan menyebabkan infeksi dari ringan hingga berat. 
 
"Kalau pada bayi, imunisasi ini jadi tidak berfungsi. Sama halnya dengan tetanus dan anti bisa ular untuk dewasa, juga tidak akan berfungsi. Selain itu, Karena pembuatannya tidak steril, efek di tubuh bisa menyebabkan infeksi dari ringan hingga berat," tutur Putri pada Riau24.com, selasa (29/6/16). 
 
Sekedar tambahan, vaksin palsu yang ditemukan adalah campuran dari cairan infus dan larutan injeksi antibiotik gentamicin. Menurut Putri lagi, penggunaan antibiotik haruslah dalam pengawasan dokter. 
 
Berkenaan dengan efek vaksin palsu yang tidak steril tersebut, jelas Putri, bisa menyebabkan demam tinggi bahkan sampai pada penyumbatan pembuluh darah.
 
"Ketidaksterilan pembuatan vaksin itu bisa menyebabkan deman tinggi bahkan sampai pada penyumbatan pembuluh darah. Kalau sudah terjadi penyumbatan pembuluh darah, kemungkinan terburuknya adalah meninggal dunia," tambahnya.
 
Diakhir kesempatan, Putri menyarankan kepada masyakarat di kota Pekanbaru untuk sementara berobat di rumah sakit pemerintah.
 
"Sementara waktu, hingga persoalan ini selesai, masyarakat sebaiknya berobat di rumah sakit pemerintah saja untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan," tutup Putri.
 
 
 
R24/adi/gma
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Inang
Rabu, 29 Juni 2016 11:27 wib
cepat di tanggulangi dong
Sisca
Rabu, 29 Juni 2016 10:21 wib
kan, kalau kayak gini jadi takut bbawa anak imunisasi
Intan
Rabu, 29 Juni 2016 10:20 wib
sayang anak
Ben
Rabu, 29 Juni 2016 10:20 wib
bahaya ni bayi baqyi kita...tlong la serius pemerintah
Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru