riau24 HM Idris Laena Menaja Dengar Pendapat 4 Pilar MPR RI dengan  Masyarakat di Tuah Karya | Berita Riau
Jumat, 15 Desember 2017

Pekanbaru

HM Idris Laena Menaja Dengar Pendapat 4 Pilar MPR RI dengan  Masyarakat di Tuah Karya

0
Berita Riau -  HM Idris Laena Menaja Dengar Pendapat 4 Pilar MPR RI dengan  Masyarakat di Tuah Karya
 
Pekanbaru, Riau24.com - Sesuai di agendakan dalam tugas-tugas anggota MPR RI. Maka dilakukan Dengar Pendapat 4 Pilar MPR RI, dengan masyarakat. Hal Itu, juga dilakukan HM Idris Laena kepada masyarakat, di daerah Kelurahan Tuah Karya, Kecamatan Tampan.
 
Kegiatan yang mengangkat tema Reformulasi Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, dengan Model GBHN. Kegiatan bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat. Dengan mehadirkan pemakalah Ir HM Idris Laena dan Fahmi Salsabila Msi.
 
Pantauan lapangan, antusias dari masyarakat untuk mendengarkan paparan dari pemakalah, tampak dengan tunak. Sehingga kegiatan yang diikuti oleh ratusan orang ini berjalan penuh khimad, dan serta diwarnai dengan ada tanya jawab halnya tentang GBHN.
 
Kegiatan yang bertempat di aula Kantor Kelurahan Tuah Karya, di Kecamatan Tampan, hari Sabtu (25/6). Tampak dihadiri sejumlah elemen masyarakat. Diantara lain Kepala Dusun, RT/RW, guru, dan tokoh masyarakat setempat, juga LPM/BPD, serta lainya.
 
Anggota DPR MPR RI asal Dapil Riau, HM Idris Laena, menyebut, kegiatan ditaja ini guna menyerap aspirasi, serta sekaligus bertujuan memberi pemahaman. Semenjak, MPR tidak lagi lembaga tertinggi, maka hal ini tidak berkewenangan menyusun GBHN lagi.
 
"Penyusunan GBHN inipun, tidak lagi disusun oleh MPR RI. Hal itu, sesuai UU Nomor 17 tahun 2007. Yaitu, arah pembangunan di ganti dengan RPJP menjadikan visi dan misi kepala negara. Ini yang perlu dicoba eksplore kembali, melalui dengar pendapat," ujarnya. 
 
Politisi Golkar inipun mengatakan, dengar pendapat guna menyerap aspirasi masyarakat tentang akan pentingnya arti GBHN didalam hal kehidupan berbangsa, maupun ini bernegara. Dikarena pasca Orde Baru, Indonesia seolah-olah tidak memiliki tujuan jadi acuan.
 
"Akibatnya terjadi ketimpanganya pembangunan antara wilayahnya. Berganti presiden, maka berganti pula kebijakan diambilnya karena masing-masing presiden memiliki visi dan misi yang berbeda antara lain Negara kita membutuhkanya haluan yang jelas," ujarnya.
 
Sepatutnya, kata HM Idris Laena, sistem GBHN perlu dikembalikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Sebab, dengan hadir GBHN, maka akan ada visi dari negara dan bukan visi seseorang. Sehingga ini, arah pembangunan tetap jelas dan terarah.
 
“Karena itulah, kami datang turun ke daerah-daerah bisa menyerap aspirasi masyarakat. Tentunya ini reformulasi GBHN penting, untuk dilakukan atau tidak. Dari aspirasi ini, menjadi masukan bagi kami di DPR/MPR RI. Dikarena, sekarang tak jelas arah," ujarnya. 
 
Sementara itu tempat yang sama disampaikan Lurah, Syamsu Spd, sangat berterimakasih ke anggota DPR/MPR RI yang melaksanakan kegiatan di daerah ini. Karena itu, dengan kunjungan yang dilakukan tersebut, setidak-tidaknya ini bisa membantu masyarakat.
 
R24/rul
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru