riau24 Riau Membara, Aktivitas Bandara SSQ II Terancam Terganggu | Berita Riau
Rabu, 13 Desember 2017

Pekanbaru

Riau Membara, Aktivitas Bandara SSQ II Terancam Terganggu

3
Berita Riau -  Riau Membara, Aktivitas Bandara SSQ II Terancam Terganggu

Pekanbaru, Riau24.com – Kebakaran lahan dan hutan di Provinsi Riau terus membara dan cenderung meluas saat libur Lebaran tahun ini. Akibatnya, asap berpotensi mengganggu aktivitas Bandara Sultan Syarif Kasim II di Kota Pekanbaru.

Berdasarkan data dari Satuan Tugas Siaga Darurat Kebakaran Lahan dan Hutan Riau, dari pantauan satelit menunjukkan 14 titik panas (hotspot) yang tersebar di Riau pada hari kedua Lebaran 2016. Berdasarkan jumlah itu, sebanyak enam titik yang tergolong keakuratan (confident) di atas 70 persen atau kemungkinan besar adalah titik api.

Lokasi titik api paling banyak ada di Kabupaten Pelalawan yang terletak di selatan Kota Pekanbaru. Tiga lokasi kebakaran besar berada di Taman Nasional Tesso Nilo yakni di Desa Segati Kecamatan Langgam, dan Desa Kesuma Kecamatan Pangkalan Kuras. Dua lokasi titik panas juga terdeteksi di Desa Pulau Muda di Kecamatan Teluk Meranti.

Pemadam kebakaran dari Satgas Darat kesulitan menjangkau lokasi kebakaran di Taman Nasional Tesso Nilo karena tidak ada akses jalan. Satu-satunya upaya yang bisa dilakukan Satgas adalah mengerahkan helikopter untuk menjatuhkan bom air (water bombing) di titik api yang ada di kawasan taman nasional.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, Sugarin, menilai asap kebakaran bisa mencapai Kota Pekanbaru karena arah angin bergerak dari selatan ke utara.

"Kondisi ini kalau dibiarkan maka asap kebakaran berpotensi mengganggu Bandara Pekanbaru karena lokasi taman nasional berada di bagian selatan," ujar Sugarin, Kamis (7/7/2016).

Kepala Seksi Pusat Operasi Lanud Roesmin Nurjadin, Mayor Lek Ferry Duwantoro, mengatakan helikopter MI-8 bantuan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dikerahkan untuk memadamkan dua titik api di kawasan konservasi itu.

"Helikopter melakukan water bombing ke Kecamatan Langgam dan Pangkalan Kuras, Pelalawan, dan lokasinya masuk ke kawasan taman nasional," ujar Ferry.

Sementara kebakaran lahan juga terus terjadi di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu). Pemadam kebakaran gabungan dari Satgas Darat selama tiga hari terakhir belum bisa memadamkan kebakaran lahan di Desa Sei Raya Kecamatan Rengat.

Bahkan pada Rabu 6 Juli 2016 malam, kebakaran lahan terjadi hanya berjarak 500 meter dari Kantor Bupati Inhu. Kebakaran itu akhirnya bisa diatasi dengan pengerahan kekuatan dari Manggala Agni, TNI, Polri, dan bantuan masyarakat.

Ferry Duwantoro mengatakan, dua pesawat Air Tractor dari Satgas Udara akan membantu proses pemadaman di Kabupaten Inhu. Selain itu, pesawat akan diarahkan untuk membantu pemadaman di Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan.


R24/dev
Berita Riau
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Yuyun
Kamis, 07 Juli 2016 14:40 wib
masker...jadi barang penting lagi sepertinya nih
Dame
Kamis, 07 Juli 2016 14:39 wib
mak..mak.. alamak ndak bisa pulang nih..
Nino
Kamis, 07 Juli 2016 14:39 wib
sampah... asap... apo lai masalah di pekanbaru nih...
Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru