riau24 Patut DiTeladani, Umat Muslim Ditempat Ini Bangun Sebuah Gereja Buat Warganya | Berita Riau
Kamis, 14 Desember 2017

Nasional

Patut DiTeladani, Umat Muslim Ditempat Ini Bangun Sebuah Gereja Buat Warganya

12
Berita Riau -  Patut DiTeladani, Umat Muslim Ditempat Ini Bangun Sebuah Gereja Buat Warganya

Jakarta, Riau24.com - Dibelahan bumi yang lain, terjadi pemboman saat umat Muslim sedang melaksanakan salat Id. Tak hanya itu, kota suci umat Muslim pun turut menjadi korban bom oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab.

Tapi bila anda berkunjung ke Kabupaten Alor, anda akan menemukan toleransi yang sangat tinggi di desa ini.

Bahkan ada sebuah gereja yang namanya tidak seperti gereja kebanyakan. Bila kita sering mendengar nama gereja seperti HKBP, Pentakosta, GPIB atau yang lainnya, namun di desa ini ada sebuah gereja yang diberi nama Gereja Ismail. Nama yang identik dengan nama seorang Muslim bukan ?

Saat saya berkunjung ke desa ini untuk menghabiskan liburan, saya mendengar bunyi lonceng gereja terdengar di penjuru Kampung Ilawe Desa Alila Timur. Sejumlah warga tampak berjalan menuju Gereja Ismail yang berada di tengah desa untuk melakukan kebaktian sore pada Rabu, (6/7/2016).

Saya yang penasaran tentang asal muasal nama Ismail tersebut, bertanya kepada sesepuh kampung dan pengurus gereja. Ternyata nama itu diambil dari orang Muslim yang mendirikan rumah ibadah umat Kristiani itu.

“Ada dulu satu keluarga yang berasal dari satu desa. Dulunya mereka tinggal di lereng gunung, namun karena ketiadaan air, mereka pun pindah ke bawah. Ketika agama masuk ke Alor, sebagian besar anggotanya memilih masuk Islam, sementara lainnya memeluk Kristen. Namun, ditempat itu tidak ada gereja untuk mereka beribadah, sehingga dibangunlah gereja oleh keluarga Muslim,” jelas Ahmad.

Awalnya pembangunan gereja tidak memenuhi syarat karena hanya ada empat kepala keluarga (KK) yang beragama Kristen, tetapi kemudian beberapa orang Islam mengajukan diri agar namanya dicantumkan dalam daftar tersebut.

Salah satu yang mendukung pembangunan gereja adalah keluarga Imam Masjid Darul Falaq, Dahlan Lobang. Kakaknya Ismail yang melakukan pembangunan gereja, dan gereja kemudian diberi nama Ismail, ketika selesai dibangun pada 1949 lalu.

Beberapa bagian gereja hancur ketika gempa besar terjadi di Alor pada 1991 lalu. Kemudian, warga saling membantu membangun kembali dan merenovasi rumah ibadah yang rusak itu.

Imam Masjid Sabili Salam, Sumirat mengatakan pembangunan gereja dilakukan bersama-sama tidak memandang agama.

Sekretaris gereja Imanuel Folbo, Martinus Beka mengatakan kerukunan warga Muslim dan Kristen sudah terjalin sejak nenek moyang.

“Sudah dari dulu orang tua (ketika tinggal) di gunung sudah ada kerukunan, Muslim dan Kristen ini kan orang bersaudara dalam rumah, ketika kami orang di Alor ini mulai kenal beragam, yang sulung tetap di gunung jadi Kristen dan yang di pantai menjadi Muslim,” kata dia.

Martinus mengatakan warga juga saling membantu ketika ada perayaan agama Islam ataupun Kristen.

Selama ini konflik antar agama, terutama dalam pembangunan rumah ibadah tidak pernah terjadi, bahkan saling membantu karena mereka merasa berasal dari satu keluarga.

 

 

R24/dev
Berita Riau

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nelivera
Minggu, 19 November 2017 13:06 wib
SABUNG AYAM DAN PACUAN KUDA ======> AYOKJOIN SEKARANG JUGA Minimal deposit hanya 50 ribu. ada bonus deposit 10% untuk member baru dan bonus deposit harian sebesar 5% ayo untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi CS kami di sini Terima kasih dan salam succecs Form Bolavita !! [URL=http://www.bolavita.net/register/] https://i.imgur.com/hqMnrKM.jpg
Dwi
Jumat, 15 Juli 2016 21:48 wib
Kayaknya hanya org di pulau jawa tuh yg sibuk membicarakan agama tapi pelaksanaannya mana ko mmg beragama , gubernurnya china ribut, presidennya jawapun sama2 org jawa ribut, maunya apa kan? Hrs presiden RI org Alor yah? Siap
Manakhang Pantar
Selasa, 12 Juli 2016 11:04 wib
Iya, itu kebanggaan masyarakat kab. Alor yg patut di teladani oleh daerah lain di indonesia, kemudian orang Alor sekarang ada yg sudah tidak gunakan Marga Nenek moyang lagi. Seharusnya marga itu ada supaya kita tetap ada kapan dan dimana kita berada.
Houlaa
Selasa, 12 Juli 2016 10:20 wib
Dng ada informasi seperti ini..kiranya kta semua dpt mempererat hubungan beragama..dan tdk gampang di picah belakan oleh orang1 yg tidak bertanggung jawap.
Peter..sing
Selasa, 12 Juli 2016 01:56 wib
Bangga jdi org Alor..
Ison
Minggu, 10 Juli 2016 22:48 wib
Saya juga baru setelah di Bogor baru tahu ada permusuhan2 agama. Selama di Siantar saya tidak pernah dengar apalagi merasakan permusuhan antar agama.
Dongoran.
Minggu, 10 Juli 2016 10:31 wib
Alor desa yg cukup indah...saya punya keluarga disana waktu s aya berkunjung saya melihat seorang muslim pulang dari perantawan sedang membangun taman dihalaman gereja dgn wangnya sendiri...dia bercerita dahulu dia bekerja harian membangun gereja itu dengan upah kecil/ kuli. Dia kumpul gajinya selama 5 buln Selesai pembangunan gereja..ketika itu katanya ada seorang pengurus greja itu memberi alamat keluarga di kalimantan agar dirinya merantau kesana..nah 7thn dia disana bersama orang yg mengangk
Ei lling
Sabtu, 09 Juli 2016 21:28 wib
Yang menghancurkan kerukunan adalah mereka yang ada di senayan, pemimpin agama yang sok pintar dan para politisi busuk. Sementara rakyat selalu hanya menjadi atas nama yang tidak tahu apa apa, kecuali hidup bersama itu indah.
Justin
Sabtu, 09 Juli 2016 19:23 wib
saya asli dr alor yg sudh beberap thn tinggl dijaktra dn saya sangat kaget ketika saya mendengar ada yg bilng umat islam tidak boleh memberi ucapan selamat natal kepd org kristen dn masih bnya yg saya br tahu selm sy dijkt... org alor sama sekli tidak ada yg membedakan agama stu dgn agama lain, tidak ada perbedaan di antra km org alor. jika ada mau merasakn lingkungn alor dtnglh kesana dn lihat dgn mata, mendengr dn mersakan langsung.
Muhammad Jakaria
Sabtu, 09 Juli 2016 12:40 wib
Benar, Betul, Satu Keluarga Isak dan Ismail BUKANKAH DEMIKIAN ? INI MENJADI CONTOH BUAT ORANG-ORANG DI JAKARTA YANG SELALU DIALOG DI TELEVISI MENYANGKUT TOLERANSI BERAGAMA, TETAPI TIDAK PAHAM KENYATAAN DILAPANGAN TIDAK SEPERTI YANG MEREKA PERDEBATKAN
Imanuel
Jumat, 08 Juli 2016 17:00 wib
Amin
Tio
Kamis, 07 Juli 2016 15:16 wib
salut deh buat wartawan yang inisialnya dev ini mengangkat berita yang ga jarang dimedia lain... admin..boleh minta contact nomor wartawannya ga ya ?
Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru