riau24 Oknum Paspampres Beli Senjata di AS, ini Dipertanyakan Komisi I DPR RI | Berita Riau
Minggu, 17 Desember 2017

Nasional

Oknum Paspampres Beli Senjata di AS, ini Dipertanyakan Komisi I DPR RI

1
Berita Riau -  Oknum Paspampres Beli Senjata di AS, ini Dipertanyakan Komisi I DPR RI
 
Jakarta, Riau24.com - Berita dari Amerika Serikat cukup mengejutkan. seorang anggota US Army, Audi Sumilat didakwa telah menyelundupkan senjata untuk Paspampres RI pada 2015. Sumilat kini sedang menjalani persidangan dan mengakui perbuatannya.
 
Kabar ini segera direspons Wakil Ketua Komisi I DPR TB Hasanuddin. Dia meminta agar Paspampres dan TNI melakukan klarifikasi memberi penjelasan. Bukan apa-apa tentara AS itu mengaku di persidangan, tentu harus ada pembersihan nama TNI dan satuan Paspamres.
 
"Sepengetahuan kami di Komisi I DPR, tahun 2015 tidak ada program Mabes TNI untuk membeli senjata genggam sekian pucuk untuk Paspampres. Kami khawatir ini pembelian ilegal yang dilakukan oleh perorangan atau oknum Paspampres yang membeli dari oknum aparat di Amerika Serikat," kata TB Hasanuddin yang juga mantan Sekretaris Militer Kepresidenan ini di Jakarta, Sabtu (9/7/2016).
 
TB Hasanuddin menambahkan, sejauh ini Komisi I DPR juga belum mendapat penjelasan resmi dari TNI. Namun, Hasanuddin menegaskan, lazimnya pembelian senjata untuk TNI dilakukan secara resmi ke pihak yang resmi pula. Kalau benar ada pengadaan senjata untuk Paspampres, Hasanuddin menegaskan, maka seharusnya dilakukan sesuai prosedur yang berlaku, yaitu, melalui kontrak pengadaan oleh Mabes TNI.
 
"Tidak boleh langsung oleh Paspampres dengan oknum di USA," tegasnya.
 
Hasanuddin juga mengharapkan TNI segera memberikan klarifikasi. "Dan kalau benar ada oknum Paspampres yang melakukan pembelian ilegal, seharusnya diambil proses hukum sesuai aturan yang berlaku," pungkas mantan Kepala Staf Garnisun Wilayah DKI Jakarta ini.
 
Sebagaimana diketahui, seorang anggota US Army, Audi Sumilat telah mengaku bersalah karena terlibat dalam konspirasi pembelian senjata dan berencana menyelundupkannya ke Indonesia. Menurutnya, senjata selundupan itu akan digunakan oleh Pasukan Pengaman Presiden dan Wakil Presiden (Paspampres) Indonesia.
 
Menurut kantor jaksa New Hampshire, kasus itu terjadi pada 2015. Sumilat menyebut ada tiga anggota Paspampres yang muncul dalam rencana pembelian senjata itu pada 2014, ketika mereka sama-sama menjalani pelatihan di Fort Benning, Georgia.
 
Sebelumnya Sumilat membeli senjata di Texas. Kemudian ia mengirimkannya ke mitra konspirasinya di New Hampshire.
 
Selanjutnya, mitra konspirasi Sumilat mengirimkan senjata itu ke anggota Paspampres saat berkunjung ke Washington DC dan Majelis Umum PBB di New York. Dari situlah senjata-senjata itu baru diselundupkan keluar dari negeri Paman Sam. 
 
R24/rul/det
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nelivera
Minggu, 19 November 2017 13:08 wib
SABUNG AYAM DAN PACUAN KUDA ======> AYOKJOIN SEKARANG JUGA Minimal deposit hanya 50 ribu. ada bonus deposit 10% untuk member baru dan bonus deposit harian sebesar 5% ayo untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi CS kami di sini Terima kasih dan salam succecs Form Bolavita !! [URL=http://www.bolavita.net/register/] https://i.imgur.com/hqMnrKM.jpg
Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru