riau24 Disdik Pekanbaru Ancam Sekolah Lakukan Pungli dan Perpeloncoan saat MOL | Berita Riau
Jumat, 15 Desember 2017

Pekanbaru

Disdik Pekanbaru Ancam Sekolah Lakukan Pungli dan Perpeloncoan saat MOL

0
Berita Riau -  Disdik Pekanbaru Ancam Sekolah Lakukan Pungli dan Perpeloncoan saat MOL
 
Pekanbaru, Riau24.com - Kepala Dinas Pendidikan (KaDisdik) Kota Pekanbaru, Abdul Jamal, berkata, melarang segala bentuk pungutan liar serta perpeloncoan saat Masa Orientasi Lingkungan (MOL). Jika kedapatan ada melakukan, maka bakal dijatuhi sanksi.
 
"Disdik Kota Pekanbaru menindak secara tegas bagi Kepala Sekolah (Kepsek) dan sekolah melakukan perploncoan serta pungutan pada siswa. Sekolah terkait, akan kena sanksi kalau melakukan demikian. Begitu juga halnya jangan sampai ada perploncoan saat MOL," kata Abdul Jamal, Selasa.
 
Penegasan ini disampaikan Jamal dalam hal menyikapi masa ajaran baru sekolah dimulai, pada Senin (11/7/2016). Dimana seperti biasa siswa baru dipasti menjalan MOL. Dikatakan dia, terkait ini pihaknya sudah melakukan arahan kepada para UPTD agar tidak ada lagi hal perploncoan siswa.
 
"Begitu juga terhadap kegiatanya MOS harus dihapuskan, dan juga segala pungutan terhadap siswa dalam bentuk apapun itu dilarang dilakukan. Bila masih ada sekolah melanggar terkait, akan diberikan itu sanksi tegas terhadap Kepsek maupun sekolah terkait. Dikarena dilarang," katanya.
 
Dilarang adanya perploncoan dan pungutan terhadap siswa ini, kata Jamal, tentunya menindak lanjuti Permendikbud RI Nomor 18/2016 yang melarang segala jenis untuk perploncoan, yang identik dengan kekerasan dan kegiatan jauh dari kata mendidik. Hal ini, kata Jamal harus bisa ditaati.
 
Kesempatan itu, Jamal menyebut bahwa, sekolah melakukan MOL itu sepenuhnya dilakukan, bahkan dikendalikan oleh para guru. Yang berbeda dengan MOS, dilakukan oleh siswa dan OSIS. Jadi saat ini tidak ada lagi keterlibatanya siswa (kakak kelas, red), maupun OSIS disaat agenda MOL.
 
Begitu juga hal pungutan didalam bentuk apapun, kata Jamal, tidak diperbolehkan. Sebab, untuk saat ini tidak ada lagi alasan dilakukan pungutan terhadap siswa. Sudah tidak ada alasan apapun itu dapat dibenarkan melakukan pungutan terhadap siswa. Begitu juga dalih beli buku disekolah.
 
Dikarena, seluruh buku pelajaran untuk peredaranya, sudah dibeli oleh Kemendikbud pada penerbit. Jadi tidak boleh lagi sekolah yang melakukan itu kerjasama dengan penerbit. Sementara untuk siswa membutuh buku pelajaran dapat memperoleh atau mendownload website Kemendikbud.
 
R24/rul
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru