riau24 Mengapa Ada Vaksin yang 'Bikin Panas' dan Tidak? Begini Penjelasannya | Berita Riau
Rabu, 13 Desember 2017

Kesehatan

Mengapa Ada Vaksin yang 'Bikin Panas' dan Tidak? Begini Penjelasannya

1
Berita Riau -  Mengapa Ada Vaksin yang 'Bikin Panas' dan Tidak? Begini Penjelasannya
Jakarta,Riau24.com -  Iming-iming vaksin yang bisa tak membuat anak panas jadi alasan beberapa orang tua mungkin tergoda memakai vaksin impor dari distributor yang belum teruji. Padahal dikatakan oleh ahli manfaat vaksin lokal tak kalah efektivitasnya dan malah lebih terjamin dari sisi keamanan karena sulit dipalsukan.

Kepala Divisi Tumbuh Kembang Profesor dr Kusnandi Rusmil, SpA(K), mengatakan awal mula munculnya vaksin yang dikatakan bisa tak membuat panas ini dimulai dari keluhan para orang tua di Jepang 15 tahun yang lalu. Saat itu saat anak disuntikkan vaksin DPT (Difteri, Pertusis, Tetanus) beberapa alami kejang-kejang karena demam tinggi.

"Setelah diteliti itu ternyata disebabkan kandungan pertusisnya yang full cell, jadi karena semua bagian kuman ada di situ.... Di Jepang nggak mau dan kalau bisa pakai vaksin yang nggak bikin demam. Akhirnya dibikinlah vaksin yang pertusisnya aseluler," kata dr Rusmil ketika ditemui di Pabrik Bio Farma, Jalan Pasteur, Bandung, Jumat (15/7/2016).



"Dengan teknik sedemikian rupa diambil sebagian selnya saja yang dibikin vaksin. Itu ternyata memang bisa tidak demam," lanjut dr Rusmil.

Namun meski bisa tidak membuat demam, sebuah studi melihat anak yang memakai vaksin aseluler saat remaja bisa kembali terserang penyakit yang seharusnya sudah tak mengancam berkat imunisasi. dr Rusmil mengatakan hal ini kemungkinan karena efek perlindungan yang diberikan oleh vaksin aseluler lebih lemah daripada vaksin biasa.

Karena alasan tersebut dan karena teknologi serta biaya yang dibutuhkan untuk membuat vaksin aseluler besar maka vaksin lokal yang diproduksi masih menggunakan sel penuh. Efek samping mungkin akan membuat panas anak tapi orang tua tak perlu khawatir karena tak selalu demikian kejadiannya.

"Aseluler itu mahal sehingga pemerintah juga enggak bisa ngasihnya. Satu vaksin aseluler yang gabungan itu sekarang bisa Rp 600 ribu sekali suntik, gimana nanti kalau kita setiap tahun yang lahir ada sekitar 5 juta bayi," kata dr Rusmil.
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nelivera
Minggu, 19 November 2017 13:54 wib
SABUNG AYAM DAN PACUAN KUDA ======> AYOKJOIN SEKARANG JUGA Minimal deposit hanya 50 ribu. ada bonus deposit 10% untuk member baru dan bonus deposit harian sebesar 5% ayo untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi CS kami di sini Terima kasih dan salam succecs Form Bolavita !! [URL=http://www.bolavita.net/register/] https://i.imgur.com/hqMnrKM.jpg
Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru