riau24 Kadisdikpora Rohul Ditahan, Wabup Rohul Ajukan PLT ke Provinsi | Berita Riau
Rabu, 13 Desember 2017

Rokan Hulu

Kadisdikpora Rohul Ditahan, Wabup Rohul Ajukan PLT ke Provinsi

0
Kediaman M.Zen sepi saat disambangi awak media
Berita Riau -  Kadisdikpora Rohul Ditahan, Wabup Rohul Ajukan PLT ke Provinsi
Rohul, Riau24.com - Pasca ditahannya Kepala Dinas Pendidikan pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Rokan Hulu (Rohul) M.Zen oleh  pihak Penyidik Subdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda Riau, Jumat (15/7) , Wakil Bupati Rokan Hulu (Rohul) H. Sukiman mengaku turut prihatin ‎atas permasalahan yang menimpa kadisdikpora tersebut.

"Saya turut prihatin atas apa yang menimpa beliau, semoga permasalahannya cepat selesai sebagaimana mestinya. Agar tidak terjadi kekosongan jabatan, secepatnya akan kita ajukan nama-nama ke pihak provinsi untuk dijadikan Pelaksana tugas (Plt)," katanya, Minggu (17/7).

Ia menambahakan, pihaknya akan secepatnya mengajukan nama-nama untuk dijadikan Plt terlebih dahulu, selanjutnya akan mengikuti asesment untuk menjadi kepala dinas.

Saat ditanya, siapa-siapa saja nama yang akan diajukan. Dirinya manjawab, bahwa dalam mengajukan nama tersebut perlu dilakukan rapat. Untuk nama-namanya, itu masih perlu di kaji.

"Kita lihat saja, nanti kan tahu sendiri siapa-siapa saja yang akan di ajukan," imbuhnya.

Dilain tempat, ‎kediaman  Kepala Disdikpora Kabupaten Rohul M.  Zen, terlihat sepi meski pagar terbuka pada minggu  (17/7).

Dimana, sat menyambangi rumah M. Zen di Jalan Karya Utama, Wonosri Barat, Desa Koto Tinggi, Kecamatan Rambah juga tak melihat ada aktivitas di rumah bercat kuning muda dengan tembok pagar hitam.

Menurut warga sekitar, rumah tanpa penjaga tersebut dijaga dan ditinggali oleh anak dan menantu Kadisdipora Rohul. Namun saat wartawan coba memanggil tak ada jawaban dari penghuni rumah.

Di teras samping rumah berterali besi warna emas ini terlihat parkir 1 mobil Toyota Yaris warna hitam, serta 2 sepeda motor. Meski pintu utama rumah terkunci rapat, namun pintu pagar dibiarkan terbuka lebar.

Warga di Jalan Karya Utama, Wonosri Barat Ajo mengakui rumah M. Zen sudah lama sepi. Sejak bulan suci Ramadhan lalu, warga tidak pernah melihatnya.

"Waktu Lebaran Idul Fitri pun tak ada yang datang ke rumahnya. Mungkin dirumahnya yang di pekanbaru kali," ujarnya.

Ia menambahakan,  sejak M. Zen terlibat perkara hukum, mereka susah bertemu. Bahkan dirinya juga jarang datang ke mushala yang tak jauh dari rumahnya. Dan terakhir, M. Zen datang saat ada rapat di mushala, sekira satu pekan sebelum bulan Ramadhan.

Dilanjutkanya, Warga sekitar rumahnya juga tak mendapat kabar jika M. Zen sudah ditahan oleh Penyidik Ditreskrimsus Polda Riau, Jumat kemarin.

"Belum tau kami bang. Saya juga belum membaca media hari ini. Namun kalau dia terlibat perkara hukum ya saya tau," pungkasnya.

Sebelumnya, M. Zen ditahan oleh Penyidik Subdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda Riau setelah menjalani pemeriksaan sekira empat jam, Jumat sore kemarin.

M. Zen ditetapkan tersangka dalam perkara dugaan korupsi proyek pengadaan peralatan komputer TIK/ E-Learning untuk beberapa sekolah.

Pada kasus ini, M. Zen tidak disangkakan sendirian. Ada tersangka lain dalam perkara ini, yakni Hasrizal alias Ujang selaku rekanan kegiatan dari CV. Titien Gustifanola, dan sebagai pihak diduga bertanggungjawab dalam perkara yang merugikan keuangan negara sekira Rp 300 juta.

R24/gig/ags
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru