riau24 Jikalahari: Penghentian 11 Perkara Karhutla Korporasi Sungguh Mengecewakan Rakyat Riau | Berita Riau
Jumat, 15 Desember 2017

Pekanbaru

Jikalahari: Penghentian 11 Perkara Karhutla Korporasi Sungguh Mengecewakan Rakyat Riau

0
Jikalahari: Penghentian 11 Perkara Karhutla Korporasi Sungguh Mengecewakan Rakyat Riau
Berita Riau -  Jikalahari: Penghentian 11 Perkara Karhutla Korporasi Sungguh Mengecewakan Rakyat Riau

Pekanbaru, Riau24.com- Jaringan Kerja Penyelamat Hutan Riau (Jikalahari) kecewa terhadap penegakan hukum di Riau terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
 

Pasalnya, Kapolda Riau, Brigjen Supriyanto menghentikan perkara 11 korporasi karhutla tahun 2015. Disebabkan hal itu, Jikalahari mendesak Presiden Joko Widodo dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengevaluasi kinerja Kapolda Supriyanto.


"Sebab, Polda Riau menerbitkan Surat Penghentian Penyelidikan/Penyidikan Perkara (SP3) terhadap 11 dari 18 perusahaan yang melakukan pembakaran hutan dan lahan tahun 2015," ujar Koordinator Jikalahari, Woro Supartinah.


11 perusahaan yang dihentikan perkaranya oleh Polda Riau ini yaitu PT Bumi Daya Laksana, PT Siak Raya Timber, PT Perawang Sukses Perkasa Industri, PT Hutani Sola Lestari, PT Bukit Raya Pelalawan dan KUD Bina Jaya Langgam dan perusahaan sawit yakni PT Pan United, PT Riau Jaya Utama, PT Alam Lestari, PT Parawira dan PT Langgam Inti Hibrido (korporasi).


Sepanjang tahun 2016, Jikalahari melakukan investigasi dan menemukan 11 korporasi diberhentikan perkaranya (SP3), 2 perusahaan proses sidik dan 2 perusahaan P21.

Baca Juga : Kebakaran di Rohul, Membuat Kondisi Nenek Malang Ini Sungguh Memprihatinkan

Pada September 2015, saat polusi asap karhutla pembakar hutan dan lahan salah satunya dari areal perusahaan menimpa 4 juta warga Riau, Polda Riau bergerak cepat dan meringkus 18 perusahaan yakni 11 perusahaan HTI dan 7 perusahaan sawit.


Namun dalam perkembangannya, hanya PT Langgam Into Hibrido dan PT Plam Lestari Makmur yang naik ke pengadilan. "Itupun yang jadi terdakwa dan tersangka perorangan bukan korporasinya," terang Woro, Selasa (19/7/2016).


"Penghentian 11 perkara karhutla korporasi sungguh mengecewakan rakyat Riau. Sebab sejak 2013 Polda Riau sukses menangani perkara karhutla PT Adei Plantation and Industry dab PT National Sago Prima bahkab berhasil membuktikab dua perusahaan itu sengaja membiarkan lahannya terbakar," kata Woro.


Penghentian perkara itu, sambung Woro, tidak memberi keadilab pada 5 warga Riau yang meninggal akibat polusi karhutla perusahaan dan jutaan warga Riau yang terpapar polusi asap.


R24/uci

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru