riau24 PT MIG Merasa Disudutkan Terhadap Pemutusan Kontrak Sepihak Oleh DKP | Berita Riau
Senin, 05 Desember 2016

Pekanbaru

PT MIG Merasa Disudutkan Terhadap Pemutusan Kontrak Sepihak Oleh DKP

0
Berita Riau -  PT MIG Merasa Disudutkan Terhadap Pemutusan Kontrak Sepihak Oleh DKP

Pekanbaru, Riau24.com- Pemutusan kontrak kerjasama pengangkutan sampah yang dilayangkan secara sepihak oleh Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) disebabkan oleh beberapa hal.

Pertama, PT. MIG dianggap melakukan kelalaian dengan tidak melaksanakan kewajiban terhadap pelaksanaan pekerjaan pengangkutan sampah. Kemudian, DKP sebut walikota telah lakukan evaluasi kinerja PT. MIG dan bersedia memberikan kesempatan kedua sesuai beberapa kesepakatan.

Namun, dijelaskan oleh Yudi Syafrudin bahwa persyaratan yang dilontarkan walikota terlalu berat disebabkan vendor yang tidak lagi menyediakan kendaraan, keresahan internal karena mendengar pernyataan Kadis DKP bahwa 'kontrak PT. MIG akan segera diputus'.

"Kami merasa sangat kerugian oleh sebab pernyataan Kadis DKP terkait pemutusan kontrak , sehingga kami kesulitan ketika digadapkan kepada test case, untuk melengkapi unit dalam beberapa waktu yang disepakati," keluh Yudi.

Kemudian, dijelaskan oleh DKP bahwa PT. MIG tidak dapat memenuhi kewajiban sesuai kesepakatan dan melakukan pengangkutan sampah kurang atau sama dengan 50 persen maka diberi teguran pertama, hingga pada tanggal 14 Juni 2016, dijatuhkan teguran III.

Sedangkan disebutkan oleh Yudi bawah kesepakatan tersebut yang menyebutkan bahwa PT. MIG harus mengangkut tonase 610 ton sedangkan dilapangan hanya sekitar 478 ton.

"Sesuai dengan fakta di lapangan, kami berusaha berkoordinasi dengan DKP agar tonase sampah sesuai target tapi tidak ditanggapi. Mereka meminta kami menambah armada, kami penuhi tapi karena sampah dilapangan memang hanya 478 ton itu, maka terjadi pembengkakan operasional," terang Yudi.

Oleh sebab beberapa kesalahan yang diklaim DKP dilakukan oleh penyedia barang dan jasa maka sesuai Peraturan Presiden Nomor 4 tahun 2915 pasal 93 ayat 2 maka pemutusan kontrak dilakukan dengan beberapa tuntutan yang harus dilunasi PT. MIG.

Namun tuntutan ini berusaha diselesaikan oleh PT. MIG dengan usaha penyelesaian perselisihan dengan itikad baik, namun tidak kunjung digubris oleh DKP.

"Sebagai mitra, kami selama ini telah berulang kali mencoba dengan sebaik mungkin menyampaikan segala keluhan yang dialami terkait teknis maupun non teknis di lapangan kepada DKP. Baik secara lisan naupun non lisan tetapi tidak digubris," tandas Yudi.

R24/gma 

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru

Versi Mobile

   Riau24.com
                       Informasi Anda Genggam