riau24 Ketersediaan Daya Listrik di Rohul Masih Jadi Beban Pikiran Distamben Rohul | Berita Riau
Sabtu, 16 Desember 2017

Daya Listrik

Ketersediaan Daya Listrik di Rohul Masih Jadi Beban Pikiran Distamben Rohul

0
Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Kabupaten Rohul, Drs. Yusmar M.Si
Berita Riau -  Ketersediaan Daya Listrik di Rohul Masih Jadi Beban Pikiran Distamben Rohul
Rohul, Riau24.com - Ketersediaan daya listrik di Rohul hingga bulan Juli 2016 ini, Rasio Elektrifikasi (RE) daya listrik  baru sekitar 48,5 persen atau 30 mega watt (MW).

Dampaknya RE dan ketersediaan daya listrik di Rohul ini belum sebanding dengan permintaan kebutuhan dari pelanggan baru. Sementara, PT. Perusahaan Listrik Negara (PLN) terus gencar merealisasikan program pemasangan seribu pelanggan baru.

Menurut Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Kabupaten Rohul, Drs. Yusmar M.Si, dampak karena masih rendahnya RE sehingga membuat daftar antri masuk atau pelanggan baru harus bersabar.

Menurutnya, dari sebelumnya 14 desa yang belum teraliri listrik, saat ini ada  9 desa di Kabupaten Rohul yang belum juga teraliri listrik.

"Bagi yang antri masuk harus bersabar," ujar Yusmar, Selasa (19/7/16).

Yusmar mengatakan untuk memenuhi kebutuhan listrik, RE di Rohul harus ditingkatkan menjadi 80 persen sampai 90 persen, atau terpenuhi daya listrik 70 MW sampai 80 MW. Sehingga jumlah pasokan tersebut, mampu memenuhi ketersediaan daya listrik di Rohul.

Diakuinya, bila saja pembangunan PLTA Lompatan Harimau di Kecamatan Rokan IV Koto sudah terealisasi maka RE di Rohul bisa saja mencukupi bahkan lebih.

"Kalau PLTA Lompatan Harimau sudah dibangun saya yakin bisa terpenuhi kebutuhan listrik," optimisnya dan mengatakan pembangunan PLTA belum jelas.


Baca Juga :
Diduga Akibat Konseting Listrik, 2 Unit Rumah di Rohul Dilalap Sijago Merah
Lagi Egrek Sawit, Buruh PT Torganda Tewas Tersengat Listrik



Yusmar mengungkapkan, awalnya ada 14 desa di Rohul yang belum teraliri listrik. Namun, 5 desa di antaranya sudah mendapatkan pasokan daya listrik dari Kabupaten Rokan Hilir.

Selebihnya, 9 desa lagi belum teraliri listrik, karena belum tersedianya daya listrik dari PLTD Sei Kuning Kecamatan Rambah Samo, PLTD Tanjung Belit Kecamatan Rambah, dan PLTA Koto Panjang.

"Baru fasilitas umum dan fasilitas sosial seperti masjid dan sekolah yang diutamakan saat ini," jelasnya.

Yusmar menambahkan, program PT. PLN pemasangan seribu pelanggan baru membantu masyarakat mendapatkan penerangan. Namun, dalam pelaksanaannya ada hal-hal menghambat, seperti masih kurangnya daya listrik.

"Ini perlu antisipasi dari pemerintah. Program pemerintah bagus, namun potensi daerah tidak ada, atau dana daerah terbatas," katanya.

Dari itu, sambung Yusmar, pemerintah memprogramkan agar seluruh daerah menggali energi baru dan terbarukan, seperti pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Bio Gas atau PLTBG.

Namun, dalam pelaksanaan kerap terjadi hambatan, termasuk masalah perizinan, dan lainnya. Dari itu investor harus punya kesiapan untuk terlibat, termasuk dukungan dari pemerintah daerah.

"Kalau pembangkit fosil seperti PLTD kan sulit. Kalau energi baru terbarukan banyak pihak dilibatkan, dan adanya itikad baik dari pihak dilibatkan, seperti PKS membantu bahan baku, termasuk perizinan dari ESDM dan kesiapan masyarakat. Namun bila semua kendala tersebut bisa diatasi, dijamin ketersediaan daya listrik di Rohul bukan jadi hambatan." tambah Yusmar.


R24/dev/ags 
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru