riau24 Biaya Sekolah Masuk SD Mahal, Bocah Malang Ini Terpaksa Putus Sekolah | Berita Riau
Sabtu, 16 Desember 2017

Biaya Sekolah

Biaya Sekolah Masuk SD Mahal, Bocah Malang Ini Terpaksa Putus Sekolah

2
Biaya Sekolah Masuk SD Mahal, Bocah Malang Ini Terpaksa Putus Sekolah
Berita Riau -  Biaya Sekolah Masuk SD Mahal, Bocah Malang Ini Terpaksa Putus Sekolah
Pekanbaru, Riau24.com - Mahalnya biaya sekolah negeri hingga kini masih menjadi polemik. Padahal, negara menjamin bila pendidikan adalah hak setiap anak. Namun ternyata meskipun Indonesia sudah menerapkan wajib belajar, tidak semua orang bisa mengecap pendidikan dengan mudah.

Salah satunya seperti yang dialami bocah malang ini. Bocah berumur 7 tahun ini, tidak bisa melanjutkan sekolahnya ke jenjang sekolah yang lebih tinggi. Bukan kendala persoalan jarak sekolah yang jauh, namun karena ia tidak bisa mengambil ijasah TK dan tidak punya biaya untuk beli perlengkapan sekolah. Biaya sekolahyang tinggi menjadi hal yang tidak mampu dijangkau olehnya.

Baca Juga :
Walikota Firdaus Larang Sekolah Pungut Biaya Baju Seragam Siswa


Dika, bocah asal Bulupitu, Gondanglegi, Malang ini hidup hanya dengan adik dan kakeknya yang sudah tua renta. Sang kakek bekerja sebagai penambal ban, dengan pendapatan yang sangat minim. Kakek inilah yang jadi tulang punggung bagi Dika dan adiknya semenjak kedua orang tuanya memilih untuk bercerai. Keegoisan orang tua Dika tidak hanya sampai disitu saja, keduanya bahkan tidak lagi memperdulikan keduanya dan tinggal terpisah semenjak mereka masih kecil. Biaya hidup tidak pernah diberikan bagi dua bocah malang ini.

Kondisi rumah Dika pun sangat memprihatinkan. Bahkan, tempat berteduh bagi cucu dan kakek ini tidak layak disebut rumah. Jangan harap ada barang mewah didalamnya, semuanya serba memprihatinkan.

Dika memang sudah berulang kali mengutarakan keinginannya untuk bisa melanjutkan sekolah, sementara si Mbah sudah pasrah, karena ia tidak mampu membayar biaya kelulusan TK sang cucu.
"Bukan saya tidak mau melihat cucu saya pintar, untuk makan saja kami susah. Belum lagi untuk melanjutkan ke Sekolah Dasar, uang ijazah TK Dika saja saya tidak sanggup untuk menebusnya", ujar si kakek sambil mengusap air matanya.

Semoga kisah Dika ini mampu membuka mata para petinggi negara, bahwa masih banyak diluar sana, rakyat miskin yang ingin sekolah namun terkendala dengan biaya. Meskipun para petinggi negeri berkoar-koar bila masyarakat miskin dan sekolah gratis adalah tanggung jawab negara.

Sama seperti yang terjadi di Pekanbaru, meskipun sudah ada pengumuman dari Walikota bahwa biaya sekolah negeri gratis dan tidak dipungut biaya, tapi kenyataan dilapangan berbalik dari yang diharapkan.

Kini Dika hanya bisa berharap, semoga masih ada orang-orang pintar yang bersedia menyekolahkannya, supaya angan-angannya untuk masuk sekolah dengan biaya gratis bisa terwujud.


R24/dev

Video Channel Riau24 TV




Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Ongah
Rabu, 20 Juli 2016 23:17 wib
Jaman dulu, yang penting anak mau sekolah saja guru senengnya minta ampun, sekarang. Les tambahan dirumah wali murid wajib bayar PAJAK ditetapkan lagi :D
Usman
Rabu, 20 Juli 2016 23:09 wib
gartis aponyo, buku pelajaran saja mahalnya minta ampun.....dimana gratis nyo ngah ????
Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru