riau24 Disperindag Pantau Peredaran Elpiji 3 Kg Ilegal | Berita Riau
Minggu, 17 Desember 2017

Pekanbaru

Disperindag Pantau Peredaran Elpiji 3 Kg Ilegal

1
Disperindag Pantau Peredaran Elpiji 3 Kg Ilegal
Berita Riau -  Disperindag Pantau Peredaran Elpiji 3 Kg Ilegal

Pekanbaru, Riau24.com- Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pekanbaru saat ini tengah melakukan pantauan peredaran distribusi elpiji bersibsidi 3 kg yang dikabarkan masuk ke Riau dari Sumatera Barat.


Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Pekanbaru, Mas Irba Sulaiman menyebut akan menyita peredaran gas elpiji bersubsidi yang kedapatan bukan berasal dari Riau.


"Kami akan mengintensifkan pengawasab di jalur-jalur masuk terutama di daerah perbatasan seperti Kabupaten Kampar. Begitu juga dengan pengawasan akan kami pantau langsung ke lapangan," ujar Irba.


Beredarnya tabung gas bersubsidi dari luar Riau ini sudah terjadi di Kabupaten Kuantan Singingi. Maka bukan tidak mungkin hal yang sama akan terjadi di Riau.


"Ada kemungkinan walau kecil. Soalnya harga gas di Pekanbaru dan Kampar jauh lebih murah dibanding harga jual di Sumbar. Artinya secara bisnks tugi menjualnya ke Pekanbaru," ungkap Irba.

Baca Juga : Hanya 15 Pangkalan Elpiji Kena Sanksi Disperindag Pekanbaru 


Jika menemukan gas asal Sumbar di pangkalan, Irba meminta agar masyarakat dapat melaporkan hal ini kepada pihaknya.


"Kalau cap segel bukan berwarna putih, itu bukan gas elpiji dari Pekanbaru dan perlu diwaspadai apakah isinya sesuai dengan ukuran gas yang dibeli. Sebelum dibawa pulang minta kepada penjual agat menimbangnya lebih dahulu,” jelas Irba.


Untuk diketahui, di Pekanbaru pemerintah sudah menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) elpiji bersubsidi Rp 18 ribu per tabung.


R24/uci

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Reni
Kamis, 21 Juli 2016 15:14 wib
semua sdh di main kan, kami ibuk ibuk di daur yg jadi korban
Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru