riau24 Perusahaan Pelaku Kebakaran Hutan di Riau, Dibebaskan Polda Riau | Berita Riau
Rabu, 13 Desember 2017

Kebakaran Hutan Di Riau

Perusahaan Pelaku Kebakaran Hutan di Riau, Dibebaskan Polda Riau

0
Perusahaan Pelaku Kebakaran Hutan di Riau, Dibebaskan Polda Riau
Berita Riau -  Perusahaan Pelaku Kebakaran Hutan di Riau, Dibebaskan Polda Riau
Pekanbaru, Riau24.com - Kebakaran hutan di Riau yang terjadi pada tahun 2015 lalu, membuat 18 perusahaan ditetapkan oleh Polda Riau untuk bertanggung jawab akibat peristiwa tersebut.

Namun belakangan Polda Riau mengeluarkan surat perintah penghentian penyidikan (SP3) untuk 15 perusahaan.

Baca Juga :
5 Orang Pelaku Pembakaran Hutan Ditangkap

Penghentian penyidikan ini disampaikan, Dir Reskrimsus Polda Riau, Kombes Rivai Sinambela, Kamis (21/7/2016). Rivai menjelaskan, SP3 untuk 15 perusahaan ini dilakukan karena belum memenuhi unsur atau bukti-bukti yang kuat dalam kasus kebakaran hutan di Riau tersebut.

"Karena tidak memenuhi unsur adanya kesengajaan atau kelalaian, sehingga kita berkesimpulan kasus tersebut selayaknya dihentikan," kata Rivai.

Adapun data ke-15 perusahaan tersebut adalah, PT Bina Duta Laksana, PT Perawang Sukses Perkasa Indonesia, PT Ruas Utama Jaya, PT Suntara Gajah Pati, PT Dexter Perkasa Industri, PT Siak Raya Timber, PT Sumatera Riang Lestari, PT Bukit Raya Pelalawan, PT Hutani Sola Lestari, KUD Bina Jaya Langgam dan PT Rimba Lazuardi. Adapun 11 perusahaan itu bergerak dalam bidang hutan tanaman industri.

Baca Juga :
18 Tahun di Riau di Selimuti Asap

Untuk 4 perusahaan lainnya bergerak dalam bidang perkebunan kelapa sawit. Perusahaan sawit itu adalah PT Parawira, PT Alam Sari Lestari, PT PAN Uniter, dan PT Riau Jaya Utama.

Menurut Rivai, penghentian penyidikan karena lahan yang terbakar di perusahaan statusnya sengketa dengan masyarakat. Dengan demikian hal itu mementahkan dua alat bukti sebelumnya yang menjadi tersangka.

"Jadi umumnya lahan yang terbakar itu berada di lahan yang konflik dengan masyarakat. Di lahan sengketa itulah yang dilakukan pembakaran lahan. Lokasi kebakaran bukan di lokasi lahan perusahaan," kata Rivai.

Rivai tidak menampik bila awalnya penetapan tersangka berdasarkan dua alat bukti. Alat bukti itu merupakan keterangan saksi titik koordinat kebakaran dari BPBD Riau.

"Akan tetapi setelah dicek ke lapangan lahan yang terbakar itu justru yang dikuasi masyarakat. Tanah itu bersengketa dengan masyarakat sekitar," kata Rivai.

Selain itu, ada juga beberapa perusahaan yang sudah tidak lagi beroperasi selama beberapa tahun. "Ada juga saat kebakaran terjadi perusahaan sudah tidak beroperasi lagi di lahan itu," kata Rivai.

Pada tahun 2015 lalu, awalnya Polda Riau menetapkan 18 perusahaan dugaan pembakaran lahan yang mengakibatkan kebakaran hutan di Riau pada tahun 2015 yang lalu. Dari jumlah itu, hanya tiga perusahaan yang lanjut di persidangan. Ketiga perusahaan itu adalah PT Langgam Inti Hibrindo, PT Palm Lestari Makmur, PT Wahana Subur Sawit. Dalam persidangan, ketiganya bebas. 


R24/dev 

Video Channel Riau24 TV




Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru