riau24 Kekurangan Lokal, Siswa SDN 028 Belajar di Kantor KNPI Rohul | Berita Riau
Senin, 18 Desember 2017

Kekurangan Lokal, Siswa SDN 028 Belajar di Kantor KNPI Rohul

0
Kekurangan Lokal, Siswa SDN 028 Belajar di Kantor KNPI Rohul
Berita Riau -  Kekurangan Lokal, Siswa SDN 028 Belajar di Kantor KNPI Rohul
Rohul, Riau24.com - Meskipun sebuah sekolah berdiri di jantung ibu kota kabupaten namun ternyata tidak menjamin infrastruktur akan diutamakan. Seperti halnya Sekolah Dasar (SD) Negeri 028 Rambah.

SD Negeri ini berdiri tegak di jantung pemerintahan daerah Rokan Hulu (Rohul), tepat di komplek perumahan dinas dan perkantoran. 
 
Sekolah dasar ini dibangun pada tahun 2012 silam. Namun sampai saat ini masih kekurangan ruang belajar (lokal), padahal letak dari sekolah ini berada di pusat perkantoran pemerintah daerah.
Bahkan untuk menampung para siswa kelas 5 dari sekolah tersebut, mereka terpaksa menumpang di kantor Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) yang tak jauh dari sekolah tersebut. 
 
"Kelasnya sempit bang, payah bergerak. Apalagi untuk bermain. Kalau kaya gini proses belajarnya sangat tidak nyaman," kata, Kevin satu diantara siswa kelas 5. 
 
Dirinya juga menginginkan kelas yang susuai dengan standar sekolah, bukan rumah atau kantor di sulap menjadi kelas. Untuk itulah, dirinya berharap kepada pemerintah untuk bisa membuatkan lokal. 
 
"Pak bupati yang baru, tolong buatkan kelas untuk kami, supaya kami bisa belajar dengan tenang, seperti sekolah-sekolah yang lain," harapnya. 
 
Bukan hanya Kevin, Rara juga mengaku tidak nyaman belajar diruangan yang sempit, pasalnya ruang gerak sangat terbatas. Dirinya dan kawan kawan sangat berharap sekali, mendapatkan kelas yang sama dengan sekolah lainya. 
 
"Bupati kan undah baru, jadi tolong pak buatkan kami kelas suapaya kami bisa belajar dengan nyaman dan tenang," pintanya. 
 
Sementara, Kepala SDN 028 Surianis mengungkapkan, proses belajar mengajar murid kelas 5 terpaksa dilaksanakan di kantor KNPI tak jauh dari lokasi sekolah. Pasalnya, Ruang belajar yang dimiliki sekolah hanya sampai tingkatan kelas 4 saja. 
 
Ditambahkannya, ruang belajar empat kelas tersebut ditempati murid kelas 1,2,3 dan 4. Sedangkan untuk kelas 5 terpaksa belajar di kantor KNPI, karena ruangan sudah tidak ada lagi.
 
"Kita terpaksa meminjam kantor KNPI untuk proses belajar mengajar siswa kelas 5. Karna kelas tak cukup, empat ruang belajar tersebut. Sebenarnya hanya dua kelas saja dan dua ruangan yang dijadikan kelas tersebut sebelumnya merupakan kantor guru," sebutnya. 
 
Lebih lanjut dijelaskanya, kantor guru yang ada dua ruangan tersebut terpaksa disulap menjadi kelas karena kondisi yang tidak memungkinkan.
 
Surianis memaparkan, pihaknya sudah berulang kali meminta kapada dinas Pendidikan, pemuda dan olahraga Rohul untuk dibangun ruang kelas yang baru. Namun hingga saat ini, pembangunan tak kunjung dilaksanakan oleh pemerintah. 
 
Dirinya juga khawatir pada ajaran baru tahun depan, karna jika pembangunan kelas tak kunjung dibangun, maka dirinya berharap, ada rumah dinas yang kosong untuk dijadikan ruang belajar lagi.
 
"Ya saya memikirkan untuk tahun depan, kalau gak ada kelas baru, murid kelas 5 saat ini tentunya akan beranjak ke kelas 6. Dengan begitu perlu kelas yang baru. Mudah-mudahan ada rumah dinas yang kosong lagi untuk dijadikan kelas," harapnya. 
 
Dilanjutkannya, wacana pembangunan kelas tambahan sudah direncanakan pada 2017 mendatang. Namun ‎dirinya tak tahu pasti, apakah pembangunan tersebut memang dilaksanakan. 
 
"Kalau untuk mengukur-ngukur, sudah sering orang dinas datang kesini, tapi pembangunannya tak jadi-jadi, kalau seperti ini murid kita yang berjumlah 130, tidak akan tertampung," pungkasnya. 
 
Menurut pantauan, kondisi sekolah yang berada di jantung pemerintahan tersebut, seperti bangunan yang terbengkalai. Karna kondisi bangunan belum siap.


R24/dev/ags 
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru