riau24 Sisa-Sisa Kudeta Turki 2016, Para Tawanan Disiksa dan Diperkosa Ratusan Polisi Turki | Berita Riau
Kamis, 14 Desember 2017

Kudeta Turki

Sisa-Sisa Kudeta Turki 2016, Para Tawanan Disiksa dan Diperkosa Ratusan Polisi Turki

0
Sisa-Sisa Kudeta Turki 2016, Para Tawanan Disiksa dan Diperkosa Ratusan Polisi Turki
Berita Riau -  Sisa-Sisa Kudeta Turki 2016, Para Tawanan Disiksa dan Diperkosa Ratusan Polisi Turki
Jakarta, Riau24.com - Kudeta prematur yang dilancarkan massa untuk menjatuhkan pemerintahan Presiden Recep Tayyip Erdogan pada tanggal 15 Juli yang lalu kini hidup dengan penuh penderitaan. Menurut informasi yang beredar, sisa-sisa dari kudeta Turki tersebut, banyak tawanan yang disiksa dan diperkosa oleh ratusan polisi Turki.


Baca Juga :
Biarpun Memerangi ISIS , Turki Tetap Membantu Mereka Berlindung


Hal ini terungkap saat kelompok pembela hak asasi Amnesty International mengatakan mereka mempunyai 'bukti kuat' telah terjadi penyiksaan dan pelecehan terhadap para tersangka pelaku kudeta militer di Turki yang terjadi 15 Juli lalu.

Amnesty International menyatakan para pelaku yang ditahan mengalami pemukulan, penyiksaan, termasuk pemerkosaan. Menurut Amnesty, lebih dari 10 ribu orang ditahan sejak kudeta Turki tersebut gagal itu terjadi. Kelompok pembela hak asasi asal London itu menyerukan ada pengawas independen di seluruh tempat penahanan di seantero Turki.

Situs Middle East Eye melaporkan, Senin (25/7), Amnesty menuduh kepolisian Turki memperlakukan tahanan-tahan itu dengan tidak layak. "Mereka dalam kondisi stres, tidak diberi makan, air, dan perawatan kesehatan, dihina secara verbal, diancam, dipukuli, disiksa, termasuk diperkosa dan mengalami pelecehan seksual."

Sumber lain mengatakan kepada Amnesty, ada sekitar 650-800 tentara yang ditahan di aula olahraga markas polisi di Ankara dan sekitar 300 orang tahanan itu punya tanda bekas mengalami penganiayaan hebat.

Tak hanya itu saja, banyak tahanan perempuan yang diperkosa di dalam tahanan oleh para polisi Turki.

"Laporan rinci yang sudah kami dokumentasikan itu hanya sebagian kecil dari penganiayaan yang terjadi di tahanan," ujar Direktur Amnesty International Eropa John Dalhuisen.

Seorang pejabat Turki mengatakan pemerintah membantah seluruh tuduhan Amnesty soal penganiayaan terhadap tahanan.

Presiden Recep Tayyip Erdogan akhir pekan lalu mengatakan sekitar 13 ribu orang dianggap terlibat kudeta Turki sudah ditahan. Mereka terdiri dari 8.838 tentara, 2.101 hakim dan jaksa, 1.485 petugas polisi dan 689 warga sipil.


R24/dev

Video Channel Riau24 TV




Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru